"Hendaknya kamu berlaku jujur. Sesungguhnya kejujuran itu membawa
kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke Surga. Kalaulah seorang
itu terus menerus berlaku jujur, dan berupaya memelihara kejujuran,
maka ia digelari di sisi Allah sebagai orang jujur. Hendaknya kamu
berhati-hati untuk berdusta. Sesungguhnya kedustaan itu membawa kepada
kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke Neraka. Kalaulah seorang itu
terus menerus berdusta, dan memelihara kedustaan, maka ia digelari di
sisi Allah sebagai pendusta."
(HR. Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Dalam hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam dari Nabi, beliau
bersabda,
"Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum
berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai
barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual
beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai
apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan,
maka akan terhapus keberkahannya. "
Nabi bersabda, "Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak
meragukanmu, sesungguhnya kejujuran, (mendatangkan) ketenangan dan
kebohongan, (mendatangkan) keraguan."
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
memberikan harta yang dicintai kepada karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang
bertakwa." (QS. al-Baqarah: 177)
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara
dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia
mengkhianati. " (HR. Bukhari, Kitab-Iman: 32)
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Kamis, 11 Juni 2009
Jumat, 05 Juni 2009
Kenali Karakter Orang-orang SUKSES
Ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda , sebenarnya kegagalan dan kesuksesan hanyalah sebuah pilihan dan hanya kitalah yang berhak untuk menentukan apa terbaik bagi kita.
Siapa yang ingin sukses? Kelihatannya ini adalah pertanyaan yang mudah dijawab tetapi sangat sukar dilaksanakan. Secara umum sukses dapat diartikan sebagai level
tertentu dari suatu status sosial, atau pencapaian dari suatu tujuan, lawan dari kegagalan.
Karena tidak semua orang sukses sehingga banyak yang percaya bahwa orang sukses adalah orang yang memang dilahirkan untuk berhasil. Sudah garis tangannya untuk berhasil sehingga apapun yang dikerjakan memberikan hasil yang luar biasa. Orang yang memang digariskan untuk gagal apapun yang dikerjakan tidak akan berhasil. Padahal hal seperti itu adalah mitos yang salah.
Albert E. Gray, memiliki kata-kata motivational yang sangat terkenal.
Pertama, semua orang sukses punya kebiasaan melakukan hal-hal yang enggan dilakukan oleh mereka yang gagal. Sebenarnya orang sukses merasakan pula keengganan itu, tetapi kekuatan tekad mereka mampu mengalahkannya.
Kedua, orang-orang sukses memiliki sikap dan cara berfikir berbeda dengan orang kebanyakan. Inilah yang membuat mereka mampu bersaing. Sebenarnya pada saat seseorang dilahirkan, tidak ada yang langsung menjadi orang sukses atau pemimpin. Jadi pada awalnya semua bayi memiliki hal-hal yang sama yang dimiliki oleh yang lain.
Ketiga, orang-orang sukses memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan dunia yang baru, dan cepat-cepat belajar mengenal sesuatu yang baru. Bedanya, orang sukses dengan konsisten melakukannya tetapi orang yang gagal cenderung tidak memelihara apalagi mengasah sehingga lama-kelamaan potensi tersebut menghilang.
Apakah sukses dapat diraih semua orang ? Tidak seorangpun yang langsung tiba di puncak tangga sukses tanpa melalui posisi seperti apa yang kebanyakan orang atau anda dan saya mungkin sedang hadapi saat ini.Sukses itu bisa diraih oleh semua orang.
Salam Sukses
Read More..
Siapa yang ingin sukses? Kelihatannya ini adalah pertanyaan yang mudah dijawab tetapi sangat sukar dilaksanakan. Secara umum sukses dapat diartikan sebagai level
tertentu dari suatu status sosial, atau pencapaian dari suatu tujuan, lawan dari kegagalan.
Karena tidak semua orang sukses sehingga banyak yang percaya bahwa orang sukses adalah orang yang memang dilahirkan untuk berhasil. Sudah garis tangannya untuk berhasil sehingga apapun yang dikerjakan memberikan hasil yang luar biasa. Orang yang memang digariskan untuk gagal apapun yang dikerjakan tidak akan berhasil. Padahal hal seperti itu adalah mitos yang salah.
Albert E. Gray, memiliki kata-kata motivational yang sangat terkenal.
Pertama, semua orang sukses punya kebiasaan melakukan hal-hal yang enggan dilakukan oleh mereka yang gagal. Sebenarnya orang sukses merasakan pula keengganan itu, tetapi kekuatan tekad mereka mampu mengalahkannya.
Kedua, orang-orang sukses memiliki sikap dan cara berfikir berbeda dengan orang kebanyakan. Inilah yang membuat mereka mampu bersaing. Sebenarnya pada saat seseorang dilahirkan, tidak ada yang langsung menjadi orang sukses atau pemimpin. Jadi pada awalnya semua bayi memiliki hal-hal yang sama yang dimiliki oleh yang lain.
Ketiga, orang-orang sukses memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan dunia yang baru, dan cepat-cepat belajar mengenal sesuatu yang baru. Bedanya, orang sukses dengan konsisten melakukannya tetapi orang yang gagal cenderung tidak memelihara apalagi mengasah sehingga lama-kelamaan potensi tersebut menghilang.
Apakah sukses dapat diraih semua orang ? Tidak seorangpun yang langsung tiba di puncak tangga sukses tanpa melalui posisi seperti apa yang kebanyakan orang atau anda dan saya mungkin sedang hadapi saat ini.Sukses itu bisa diraih oleh semua orang.
Salam Sukses
Read More..
Senin, 01 Juni 2009
Hidup permanen
Secara harafiah kita menyukai hidup tanpa tantangan, hambatan, perubahan dan keruwetan. Kita menyukai hidup ketika segala hal berjalan lancar, penuh suka cita dan "mengalir seperti air". Ngomong ngomong, "hidup seperti air yang mengalir" ini adalah senjata andalan bagi hampir banyak orang ketika ditanya pertanyaan seperti "Bagaimana sih cara anda lalui kehidupan?"
Kadang kita menyampaikan hal seperti itu karena untuk mempersingkat saja penjelasannya, daripada repot repot jelasin cara hidup kita dan sebagainya, kan enak tinggal bilang "yah, seperti air mengalir lah..". Entah apa pernyataan itu mereka pahami atau hanya sekedar ikut ikutan orang lain.
Saya sering dengar banyak artis berkata demikian ... anda mau ikut ikutan ?
Norman Vincent Peale, mengungkapkan dalam bukunya Positive thinking, bahwa tidak apa bila kita hidup seperti air mengalir, dengan artian sifat air yang fleksibel terhadap segala macam materi yang dilaluinya. Bukan dalam artian pasrah sepenuhnya terhadap kehidupan sekitar kita.
Kita perlu menerima fakta bahwa dalam hidup kita terdapat banyak sekali hal yang perlu kita tanggapi dari berbagai arah yang berbeda setiap hari kita lalui. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja datang kepada kita, kita perlu menanggapinya secara sadar atau tidak.
Ketika hujan turun, kita pasti bereaksi tertentu, entah mengeluh, mungkin mengambil payung, membatalkan janji temu dan sebagainya. Bagaimana bila malam hari saluran telepon anda tiba tiba putus? Listrik mati, pompa air gak jalan, belum mandi, gas kompor habis, belum makan, gak ada lauk, gak ada pembantu, gak bisa masak dan mobil mogok? ( pastilah hari tersial anda )
Sepertinya kita perlu mempertimbangkan kosa kata "hidup permanen" ini dalam pikiran kita, karena sangat jelas sekali tidak akan pernah berhenti kejadian yang tidak terduga di hadapan kita. Mungkin kita bisa menggantinya dengan "hidup terus berjalan" ... atau "hidup dalam proses" .... atau mungkin anda punya istilah yang lain?
Oh ya, mungkin perlu koreksi sedikit.
Ternyata ada tempat dimana istilah "hidup permanen" ini bisa digunakan. Tempat ini adalah tempat paling ideal, karena tidak ada hambatan, masalah rumit , segala hal berjalan sebagaimana mestinya, dan bahkan tidak ada satupun gangguan dari luar yang bisa mengganggu hidup kita di tempat itu. Baik kritikan, sindiran, maupuan penilaian dari orang lain. intinya tidak ada stress di tempat itu ... hmm keliatannya enak juga, mau kesana? Tenang saja, anda akan kesana ...
karena tempat itu adalah KUBURAN
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Kadang kita menyampaikan hal seperti itu karena untuk mempersingkat saja penjelasannya, daripada repot repot jelasin cara hidup kita dan sebagainya, kan enak tinggal bilang "yah, seperti air mengalir lah..". Entah apa pernyataan itu mereka pahami atau hanya sekedar ikut ikutan orang lain.
Saya sering dengar banyak artis berkata demikian ... anda mau ikut ikutan ?
Norman Vincent Peale, mengungkapkan dalam bukunya Positive thinking, bahwa tidak apa bila kita hidup seperti air mengalir, dengan artian sifat air yang fleksibel terhadap segala macam materi yang dilaluinya. Bukan dalam artian pasrah sepenuhnya terhadap kehidupan sekitar kita.
Kita perlu menerima fakta bahwa dalam hidup kita terdapat banyak sekali hal yang perlu kita tanggapi dari berbagai arah yang berbeda setiap hari kita lalui. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja datang kepada kita, kita perlu menanggapinya secara sadar atau tidak.
Ketika hujan turun, kita pasti bereaksi tertentu, entah mengeluh, mungkin mengambil payung, membatalkan janji temu dan sebagainya. Bagaimana bila malam hari saluran telepon anda tiba tiba putus? Listrik mati, pompa air gak jalan, belum mandi, gas kompor habis, belum makan, gak ada lauk, gak ada pembantu, gak bisa masak dan mobil mogok? ( pastilah hari tersial anda )
Sepertinya kita perlu mempertimbangkan kosa kata "hidup permanen" ini dalam pikiran kita, karena sangat jelas sekali tidak akan pernah berhenti kejadian yang tidak terduga di hadapan kita. Mungkin kita bisa menggantinya dengan "hidup terus berjalan" ... atau "hidup dalam proses" .... atau mungkin anda punya istilah yang lain?
Oh ya, mungkin perlu koreksi sedikit.
Ternyata ada tempat dimana istilah "hidup permanen" ini bisa digunakan. Tempat ini adalah tempat paling ideal, karena tidak ada hambatan, masalah rumit , segala hal berjalan sebagaimana mestinya, dan bahkan tidak ada satupun gangguan dari luar yang bisa mengganggu hidup kita di tempat itu. Baik kritikan, sindiran, maupuan penilaian dari orang lain. intinya tidak ada stress di tempat itu ... hmm keliatannya enak juga, mau kesana? Tenang saja, anda akan kesana ...
karena tempat itu adalah KUBURAN
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)