Rambut indah berawal dari rambut sehat. Penuhi nutrisi rambut yang tepat untuk menjaga kesehatannya.
- Mencoba memanjangkan rambut tetapi entah mengapa malah sering rontok? Mungkin ada hal-hal kecil yang terlewat oleh Anda. Memanjangkan rambut butuh upaya yang tekun supaya bisa tetap kuat dan sehat. Jika rambut Anda kering atau rusak dari proses berlebihan atau terekspos sinar matahari atau air asin, Anda harus bersabar agar rambut bisa tumbuh dan membaik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat merawat rambut:
Trimming
Trimming, atau memangkas sedikit rambut di ujung-ujungnya adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kerusakan pada batang rambut. Rambut yang ujungnya bercabang jika tidak segera dipotong akan memperparah kerusakan, karena ia akan makin melebar. Menurut Aroona Reejhsinghani dalam bukunya, Be Beautiful, Slim and Trim, trimming rambut secara teratur akan membantu mencegah terjadinya ujung bercabang. Coba lakukan trimming setiap 6-8 minggu jika rambut Anda sangat kering atau rusak.
Perawatan Kulit Kepala
Merawat kulit kepala adalah kunci untuk menjaga kesehatan rambut. Menurut Riquette Hofstein dalam bukunya, Grow Hair Fast: 7 Steps to a New Head of Hair in 90 Days, Anda harus mempunyai kulit kepala yang kandungan minyaknya tidak berlebih. Pijat lembut kulit kepala Anda setiap hari untuk membantu sirkulasi dan menstimulasi folikel rambut. Berkeramaslah dengan clarifying shampoo setidaknya sekali seminggu untuk mengangkat minyak dan sisa-sisa produk styling.
Conditioner Pekat
Gunakan deep conditioner setidaknya seminggu sekali. Anda bisa membeli deep conditioner di toko-toko besar. Gunanya, untuk membantu menguatkan, menyehatkan, dan menutrisi rambut. Atau Anda bisa menggunakan conditioner rambut dari bahan-bahan yang ada di sekitar, misal; mayones, alpukat yang sudah dihancurkan, atau minyak zaitun. Aplikasikan conditioner pada rambut yang belum dicuci, lalu bungkus dengan shower cap atau plastic wrap dan biarkan meresap selama 20 menit agar minyaknya meresap ke dalam batang rambut dan kulit kepala. Lalu bersihkan rambut secara saksama untuk mengusir residunya.
Vitamin
Jika Anda memiliki rambut kering atau kasar, bisa jadi rambut Anda tidak mendapat vitamin-vitamin yang dibutuhkan rambut pada asupan sehari-hari. Menurut Hofstein, protein dan vitamin A, C, E, dan B kompleks adalah nutrisi penting untuk membuat rambut sehat dan kuat. Jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti telur dan kacang untuk memastikan asupan yang dibutuhkan rambut tercukupi.
Sumber : kompas
Read More..
Rabu, 25 Agustus 2010
Kamis, 15 April 2010
Keranjang Kehidupan
Alkisah, di sebuah kerajaan kecil ada seorang Pemuda desa yang jujur dan idealis tengah menanjak karirnya. Setelah beberapa tahun mengabdi, dia di promosikan sebagai pejabat pengawas keuangan kerajaan. Tugas sehari-harinya mengawasi aliran pajak yang masuk ke kas kerajaan.
Sebagai pengawas keuangan, pemuda itu dihormati dan disegani. Namu, pekerjaannya itu memberinya beban dan target berat. Dia harus mengatasi kebocoran keuangan dan menindak pejabat korup. Akibatnya, dia sering mendapat ancaman dan tekanan.
Hati Sang Pemuda mulai gundah dan goyah. “Jabatanku sekarang cukup terpandang, tetapi konsekuensinya sangat berat. Bagaimana mempertahankan jabatan tapi tidak menanggung beban seberat ini?” tanyanya dalam hati.
Setelah merenung dan tidak menemukan jawaban, Pemuda itu menemui seorang Kakek bijaksana di kampung halamannya untuk meminta nasihat.
Kakek bijak itu memberi sebuah keranjang besar. “Ayo, panggul keranjang ini dan ikuti Aku” perintahnya.
Meski awalnya ragu, Pemuda itu mengikuti perintah tadi. Kakek bijak mengajak dia menyusuri jalan-jalan pedesaan. Sambil berjalan, Si Pemuda diminta memasukkan batu-batuan yang berserakan di jalan ke dalam keranjang. Setelah cukup jauh berjalan, keranjang itu hampir di penuhi batu-batuan. Si Pemuda pun mulai tersengal-sengal dan jalannya terseok-seok.
“Apa beban di pundakmu semakin berat?” Kakek bijak bertanya.
“Ya,, pasti lah Kek! Pundak…. pundak Saya mau copot rasanya,” jawab Si Pemuda tersengal-sengal.
Begitu tiba di pohon rindang, Si Kakek meminta Pemuda itu beristirahat dan menaruh keranjangnya.
“Keranjang dan batu-batu itu hampir sama seperti kehidupanmu saat ini. Saat lahir, Engkau sama seperti keranjang kosong. Lalu dalam perjalanan hidupmu, kau pungut apa pun yang engkau temukan atau inginkan, lalu memasukkan ke keranjang kehidupanmu. Termasuk keluarga, pekerjaan, tanggung jawab dan idealisme. Semua ada ‘harganya’. Semakin jauh perjalanan hidupmu, semakin berat keranjang kehidupanmu,” jelas Si Kakek panjang lebar.
“Bagaimana supaya keranjangku bisa lebih ringan, Kek?” tanya Si Pemuda.
Bukannya menjawab, si Kakek malah bertanya, “Maukah kamu meninggalkan semua yang dimiliki saat ini, seperti keluarga, jabatan, idealisme atau mimpi-mimpimu?”
Anak muda itu menggelengkan kepala, “Saya masih punya hasrat besar untuk membersihkan kerajaan dari para koruptor,” jawab Si Pemuda.
“Sepanjang kehidupan, masalah, kesulitan, hambatan, dan tantangan selalu ada. Tidak ada kehidupan tanpa itu semua. Setiap kali kita berhasil melewati suatu masalah, kita tumbuh lebih matang. Lalu muncul ujian baru, begitu seterusnya. Itulah kehidupan,” jelas Si Kakek bijak.
Pemuda itu manggut-manggut dan mulai mendapat gambaran. Si Kakek melanjutkan, “Semakin besar prestasi kita, semakin besar pula beban di pundak kita. Nasihatku, bila semua yang engkau peroleh tidak ingin kau lepaskan, terimalah konsekuensinya. Tapi, jangan anggap lagi sebagai beban semata, anggaplah itu sebagai tanggung jawab yang membahagiakan. Maka, seberat apa pun beban itu, kamu tidak akan begitu merasakannya lagi.”
Begitu penting tanggung jawab dalam kehidupan. Sebagai ibu rumah tangga, kepala keluarga, anak, pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan, pengusaha, pedagang atau karyawan, kita tak bisa lari dari keranjang beban keidupan. Semua memiliki fungsi dan tanggung jawab sendiri-sendiri.
Orang-orang sukses adalah orang yang bertanggung jawab. Mereka melihat tanggung jawab sebagai ‘tantangan’ yang harus di hadapi. Mereka juga memandang tanggung jawab dan beban di dalamnya sebagai sebuah ‘peluang’ yang sesungguhnya ada di mana-mana, dan menghampiri siapa saja dalam berbagai wujud.
Jangan mudah mengeluh, menyerah atau patah semangat jika mendapat tanggung jawab, tantangan, serta konsekuensi beban yang terkandung di dalamnya.
Sumber : Andrie Wongso
Read More..
Sebagai pengawas keuangan, pemuda itu dihormati dan disegani. Namu, pekerjaannya itu memberinya beban dan target berat. Dia harus mengatasi kebocoran keuangan dan menindak pejabat korup. Akibatnya, dia sering mendapat ancaman dan tekanan.
Hati Sang Pemuda mulai gundah dan goyah. “Jabatanku sekarang cukup terpandang, tetapi konsekuensinya sangat berat. Bagaimana mempertahankan jabatan tapi tidak menanggung beban seberat ini?” tanyanya dalam hati.
Setelah merenung dan tidak menemukan jawaban, Pemuda itu menemui seorang Kakek bijaksana di kampung halamannya untuk meminta nasihat.
Kakek bijak itu memberi sebuah keranjang besar. “Ayo, panggul keranjang ini dan ikuti Aku” perintahnya.
Meski awalnya ragu, Pemuda itu mengikuti perintah tadi. Kakek bijak mengajak dia menyusuri jalan-jalan pedesaan. Sambil berjalan, Si Pemuda diminta memasukkan batu-batuan yang berserakan di jalan ke dalam keranjang. Setelah cukup jauh berjalan, keranjang itu hampir di penuhi batu-batuan. Si Pemuda pun mulai tersengal-sengal dan jalannya terseok-seok.
“Apa beban di pundakmu semakin berat?” Kakek bijak bertanya.
“Ya,, pasti lah Kek! Pundak…. pundak Saya mau copot rasanya,” jawab Si Pemuda tersengal-sengal.
Begitu tiba di pohon rindang, Si Kakek meminta Pemuda itu beristirahat dan menaruh keranjangnya.
“Keranjang dan batu-batu itu hampir sama seperti kehidupanmu saat ini. Saat lahir, Engkau sama seperti keranjang kosong. Lalu dalam perjalanan hidupmu, kau pungut apa pun yang engkau temukan atau inginkan, lalu memasukkan ke keranjang kehidupanmu. Termasuk keluarga, pekerjaan, tanggung jawab dan idealisme. Semua ada ‘harganya’. Semakin jauh perjalanan hidupmu, semakin berat keranjang kehidupanmu,” jelas Si Kakek panjang lebar.
“Bagaimana supaya keranjangku bisa lebih ringan, Kek?” tanya Si Pemuda.
Bukannya menjawab, si Kakek malah bertanya, “Maukah kamu meninggalkan semua yang dimiliki saat ini, seperti keluarga, jabatan, idealisme atau mimpi-mimpimu?”
Anak muda itu menggelengkan kepala, “Saya masih punya hasrat besar untuk membersihkan kerajaan dari para koruptor,” jawab Si Pemuda.
“Sepanjang kehidupan, masalah, kesulitan, hambatan, dan tantangan selalu ada. Tidak ada kehidupan tanpa itu semua. Setiap kali kita berhasil melewati suatu masalah, kita tumbuh lebih matang. Lalu muncul ujian baru, begitu seterusnya. Itulah kehidupan,” jelas Si Kakek bijak.
Pemuda itu manggut-manggut dan mulai mendapat gambaran. Si Kakek melanjutkan, “Semakin besar prestasi kita, semakin besar pula beban di pundak kita. Nasihatku, bila semua yang engkau peroleh tidak ingin kau lepaskan, terimalah konsekuensinya. Tapi, jangan anggap lagi sebagai beban semata, anggaplah itu sebagai tanggung jawab yang membahagiakan. Maka, seberat apa pun beban itu, kamu tidak akan begitu merasakannya lagi.”
Begitu penting tanggung jawab dalam kehidupan. Sebagai ibu rumah tangga, kepala keluarga, anak, pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan, pengusaha, pedagang atau karyawan, kita tak bisa lari dari keranjang beban keidupan. Semua memiliki fungsi dan tanggung jawab sendiri-sendiri.
Orang-orang sukses adalah orang yang bertanggung jawab. Mereka melihat tanggung jawab sebagai ‘tantangan’ yang harus di hadapi. Mereka juga memandang tanggung jawab dan beban di dalamnya sebagai sebuah ‘peluang’ yang sesungguhnya ada di mana-mana, dan menghampiri siapa saja dalam berbagai wujud.
Jangan mudah mengeluh, menyerah atau patah semangat jika mendapat tanggung jawab, tantangan, serta konsekuensi beban yang terkandung di dalamnya.
Sumber : Andrie Wongso
Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)