Kamis, 11 Juni 2009

Jujur, Kenapa ?

"Hendaknya kamu berlaku jujur. Sesungguhnya kejujuran itu membawa
kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke Surga. Kalaulah seorang
itu terus menerus berlaku jujur, dan berupaya memelihara kejujuran,
maka ia digelari di sisi Allah sebagai orang jujur. Hendaknya kamu
berhati-hati untuk berdusta. Sesungguhnya kedustaan itu membawa kepada
kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke Neraka. Kalaulah seorang itu
terus menerus berdusta, dan memelihara kedustaan, maka ia digelari di
sisi Allah sebagai pendusta."
(HR. Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzi)


Dalam hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam dari Nabi, beliau
bersabda,

"Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum
berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai
barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual
beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai
apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan,
maka akan terhapus keberkahannya. "

Nabi bersabda, "Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak
meragukanmu, sesungguhnya kejujuran, (mendatangkan) ketenangan dan
kebohongan, (mendatangkan) keraguan."

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
memberikan harta yang dicintai kepada karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang
bertakwa." (QS. al-Baqarah: 177)

"Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara
dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia
mengkhianati. " (HR. Bukhari, Kitab-Iman: 32)

Salam Sukses
Soeparno

Tidak ada komentar: