Setelah gagal kemudian bangkit lagi .. dan gagal lagi, adalah hal yang normal. Anda tinggal bangkit saja lagi, beres kan? toh tinggal gagal lagi ntar.. hehehe.
Sebenarnya memang itulah formula orang orang sukes diluaran sana, Bahkan kegagalan mereka jauh melebihi batas kesabaran orang kebanyakan. Bayangkan, melakukan percobaan ribuan kali untuk membuat bola lampu menyala ... apa gak memfrustasikan?
Kalau saya, setelah percobaan kedua menciptakan bola lampu gagal, percobaan ketiganya saya langsung berhasil ... berhasil memutuskan dunia pake' lilin aja deh, capek deeh.
Nah, berhubung gagal itu "capek deeh" dan memfrustasikan, pertanyaan kita adalah bukan "kenapa masih gagal?" tapi "Apakah kita perlu terusin proses ini?". Jawablah pertanyaan ini dengan mempertimbangkan satu faktor , yaitu Tujuan berharga untuk dicapai
Bayangkan bila kita hanya ingin mencapai sasaran yang kita hanya ingin saja, pasti akan sangat melelahkan dalam mencapainya. Apalagi bila tanpa sasaran dan mengikuti orang lain sekitar kita saja, itu seperti lari ditempat. usaha kerasnya mirip, gagal jatuhnya mirip, bangkitnya dari kegagalan juga mirip ... tapi gak kemana mana.
yakinkanlah impian kita benar benar sangat berharga untuk dicapai.
Nah, setelah bisa menjawab "ya" pada pertanyaan "perlu diterusin?", baru kita menuju ke pertanyaan "kenapa masih gagal?". Ada beberapa faktor utama kenapa kita masih gagal saja, diantaranya adalah :
1. KURANG ENERGI
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengetahui kita sudah selangkah lebih maju dari pada sebelumnya. "Yah, akhirnya maju juga, dan selanjutnya tinggal beberapa langkah lagi nih". Hal ini akan memberikan energi dan semangat baru untuk melakukan langkah selanjutnya kedepan ... bukannya "duuh, kok gak nyampe nyampe ya?"
2. TIDAK MENGHARGAI KEMAJUAN
Hal kecil yang sangat penting dan dispelekan banyak orang adalah menghargai setiap kemajuan yang kita buat. "Ah untuk apa, toh kita menghargai kemajuan atau gak sepertinya sama aja."
Tunggu, ada bedanya!
Dr.Maxwell menyatakan bahwa dengan menghargai kemajuan yang ada, hal tersebut memberikan makanan bergizi kepada pikiran bawah sadar bahwa "kita akan semakin layak untuk sukses".
Sebenarnya ceritanya bisa panjang, intinya dibutuhkan pikiran oke untuk setiap keberhasilan yang ada. Seperti apa yang dikatakan para pakar bahwa Success always links back to principles. Tanpa pikiran oke, keberhasilan itu tidak mungkin terjadi.
4. KONSEP "GAGAL" KURANG TEPAT
Kita dididik untuk tidak melakukan kesalahan, soalnya salah itu berarti tidak apal pelajaran saat ujian dan bisa jadi kita bodoh. Sebenarnya prinsip itu tidak apa, tapi kalau sampai di tempa selama lebih dari 17 tahun ... nah, ini dia repotnya nih.
Singkatnya kita mengasosiasikan membuat kesalahan itu adalah kebodohan... apalagi membuat kegagalan, mungkin idiot kali ya.
Jadi, usahakan memiliki paradigma yang lebih menguntungkan diri kita, seperti :
gagal itu adalah prestasi.
kegagalan adalah paket keberhasilan.
kegagalan adalah syarat kesuksesan.
berhenti karena gagal itu gak enak, mending terus aja.
ada udang dibalik kegagalan ( maksudnya ??)
dan seterusnya sehingga kita bisa tetap terus berjalan walau ada kegagalan sekalipun.
4.STRATEGY KURANG OKE
Coba perhatikan strategy anda, apakah kemajuannya masih lambat ? Selalu ditabrak batasan diri? masih bergulat dengan masalah yang sama?
coba cari pendekatan lain ... siapa tahu kita membutuhkan orang lain dalam pengejaran sasaran itu ( pembuatan web ini saja perlu minimal minta bantuan ke 5 orang, kalau saya sendirian ngerjain bisa selesai tahun depan kali, tahun 2010!!). teruslah memperbaiki usaha dengan sungguh sungguh, percayalah bahwa usaha kita memiliki pengaruh langsung dalam merubah masa depan. Karena hanya ada dua hal yang bisa merubah takdir kita di hidup ini, dua hal itu adalah usaha dan do'a.
David schwartz mengatakan "bila belum berhasil, cari salahnya, perbaiki lalu kejar lagi!"
so, keep on trying guys!
5.TIDAK KONSISTEN
Kasus kesalahan terbanyak ketika orang bersemangat adalah ingin cepat mendapatkan hasil. Dia melakukan segala hal yang bisa dilakukan saat itu, membuat janji, bekerja extra lembur, makan tidak teratur, dan pada akhirnya berhenti karena kelelahan.
Don Gabor, dalam bukunya Big Things Happen, menyatakan bahwa diperlukan konsistensi dalam meraih hal yang besar. Baik konsistensi melakukan hal hal kecil dengan benar juga konsisten mempertahankan semangat.
Secara teratur, jagalah semangat kita dengan tetap memiliki pengharapan akan pencapaiannya di masa depan. Dengan terus memiliki harapan, kita bisa tetap memiliki energi yang diperlukan dalam membayar harga kesuksesan kita sendiri.
Salam sukses
Soeparno
08127014780
Read More..
Rabu, 27 Mei 2009
4 Tips Kerja Tanpa Stres
1. Meja kerja bersih
Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.
2.Bekerja dengan prioritas
Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.
3. Segera ambil keputusan
Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what? Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!
4. Delegasikan pekerjaan
Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.
Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat anda? Atau, lebih parah lagi... Anda merasa diperlakukan seperti sapi perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?
Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan, anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh dari pikiran anda...
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.
2.Bekerja dengan prioritas
Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.
3. Segera ambil keputusan
Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what? Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!
4. Delegasikan pekerjaan
Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.
Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat anda? Atau, lebih parah lagi... Anda merasa diperlakukan seperti sapi perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?
Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan, anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh dari pikiran anda...
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Selasa, 26 Mei 2009
Musuh Terbesar Kesuksesan Anda
Bagaimana bila ada seseorang sedemikian ngotot menghalangi anda mencapai kesuksesan? Selalu menghalangi di setiap usaha anda? Memberikan segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak? Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu?
Bagaimana jika ternyata orang itu adalah diri anda sendiri? Diri sendiri memang musuh terbesar dan terkuat yang bisa dengan mudah menjadi penghalang kesuksesan usaha anda. Seperti saat anda berkata pada diri sendiri, "Aku tidak bisa melakukan hal itu." Atau, mencari-cari segudang alasan untuk tidak melakukan sesuatu hal?
Hanya diri anda sendirilah yang bisa membatasi langkah-langkah menuju kesuksesan. Bukan orang lain, bukan modal, dan juga bukan karena tidak punya waktu. Itu semua cuma alasan dan keterbatasan yang anda buat sendiri.
Semua masalah ada solusinya dan semua solusi pasti akan membawa selangkah lebih maju menuju kesuksesan. Tetap semangat!!
Salam sukses
Read More..
Bagaimana jika ternyata orang itu adalah diri anda sendiri? Diri sendiri memang musuh terbesar dan terkuat yang bisa dengan mudah menjadi penghalang kesuksesan usaha anda. Seperti saat anda berkata pada diri sendiri, "Aku tidak bisa melakukan hal itu." Atau, mencari-cari segudang alasan untuk tidak melakukan sesuatu hal?
Hanya diri anda sendirilah yang bisa membatasi langkah-langkah menuju kesuksesan. Bukan orang lain, bukan modal, dan juga bukan karena tidak punya waktu. Itu semua cuma alasan dan keterbatasan yang anda buat sendiri.
Semua masalah ada solusinya dan semua solusi pasti akan membawa selangkah lebih maju menuju kesuksesan. Tetap semangat!!
Salam sukses
Read More..
Senin, 25 Mei 2009
Arti Sukses
Success doesn’t mean the absence of failure; it means the attainment of ultimate objectives. It means winning the war, not every battle.
Seseorang yang sukses tidak berarti ia tidak pernah gagal; Sukses berarti dicapainya tujuan tertinggi dan termulia. Sukses berarti memenangkan peperangan, tapi bukan berarti memenangkan tiap pertempuran.
(maksudnya kita boleh jadi kalah dalam suatu pertempuran, tapi secara keseluruhan kita menang dalam peperangan, sebab pertempuran adalah bagian dari peperangan ).
Kegagalan
Most people fail not because of lack of ability or intelligence but of lack of desire, direction, dedication, and discipline.
Banyak orang gagal bukan karena tidak mempunyai kemampuan atau kecerdasan, tapi mereka kurang kemauan, kurang arah, dedikasi dan disiplin.
Sikap Positif
People with positive attitude are caring, confident, patient, and humble. They have high expectations of them selves and others. They anticipate positive outcomes. He is always welcome !
Orang yang memiliki sikap positif adalah orang yang peduli, percaya diri, sabar dan rendah hati. Mereka mempunyai ekspektasi (pengharapan) yang tinggi terhadap diri mereka sendiri dan terhadap orang lain. Mereka mengantisipasi hasil yang positif, ia selalu diterima
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Seseorang yang sukses tidak berarti ia tidak pernah gagal; Sukses berarti dicapainya tujuan tertinggi dan termulia. Sukses berarti memenangkan peperangan, tapi bukan berarti memenangkan tiap pertempuran.
(maksudnya kita boleh jadi kalah dalam suatu pertempuran, tapi secara keseluruhan kita menang dalam peperangan, sebab pertempuran adalah bagian dari peperangan ).
Kegagalan
Most people fail not because of lack of ability or intelligence but of lack of desire, direction, dedication, and discipline.
Banyak orang gagal bukan karena tidak mempunyai kemampuan atau kecerdasan, tapi mereka kurang kemauan, kurang arah, dedikasi dan disiplin.
Sikap Positif
People with positive attitude are caring, confident, patient, and humble. They have high expectations of them selves and others. They anticipate positive outcomes. He is always welcome !
Orang yang memiliki sikap positif adalah orang yang peduli, percaya diri, sabar dan rendah hati. Mereka mempunyai ekspektasi (pengharapan) yang tinggi terhadap diri mereka sendiri dan terhadap orang lain. Mereka mengantisipasi hasil yang positif, ia selalu diterima
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Minggu, 24 Mei 2009
Saya kehilangan pekerjaan! Haruskah saya membuka usaha?
Saya menerima banyak email yang diawali dengan "Saya baru saja kehilangan pekerjaan!" dibagian lain email, pengirim terus bertanya, "Bagaimana saya mulai membuka usaha?"
Banyak orang yang terkena perampingan, diberhentikan, atau dipecat. Dan karena keadaan ekonomi, mendapatkan pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah. Menciptakan pekerjaan anda sendiri dengan mulai membuka usaha memang menarik ketika anda tidak mendapatkan pekerjaan - atau tidak betah dengan pekerjaan yang ada sekarang.
Tapi "Bagaimana memulai wirausaha?" bukanlah pertanyaan pertama yang harus anda ajukan jika anda dalam situasi ini; pertanyaan pertama yang seharusnya ditanyakan adalah "Haruskan saya berwirausaha?" Sebelum anda mulai memikirkan jenis bisnis yang akan anda kerjakan, anda harus melakukan beberapa pemikiran tentang diri anda.
Tidak semua orang bisa memulai usaha.
Menjadi wirausahawan sangat berbeda dengan karyawan.
Dan beberapa orang merasa tidak mungkin menyesuaikan perbedaan-perbedaan tersebut.
Mari kita lihat jika anda memiliki mindset pengusaha yang diperlukan.
1. Anda harus fleksibel jika berwirausaha.
Jika anda mulai berbisnis, anda tidak lagi memiliki "sebuah" pekerjaan dengan kewajiban dan tanggung jawab yang telah jelas. Secara tiba-tiba anda memiliki tugas ganda, yang sering terganggu dengan adanya krisis yang tidak terduga (khususnya dalam fase awal). Hari-hari karyawan biasanya diisi dengan aktivitas yang dapat diprediksi; sedangkan pengusaha tidak.
Dan ketika anda memulai usaha, tidak ada orang yang didelegasikan. Sebagai karyawan, anda terbiasa melimpahkan masalah ke bagian diatas anda atau tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang pemilik usaha, anda adalah orang yang akan berhadapan dengan krisis apapun dan memecahkan masalah. Anda adalah orang yang harus membuat keputusan.
2. Anda harus menjadi pemrakarsa motivasi diri.
Ketika anda menjadi karyawan, orang lain yang menyuruh anda melakukan sesuatu, baik secara langsung ataupun tidak. Anda terbiasa melakukan tindakan yang diarahkan oleh orang lain. Namun, sebagai pemilik usaha, anda harus mengarahkan tindakan anda sendiri. Anda tidak bisa hanya duduk dan berharap klien akan datang atau tiba-tiba seseorang datang dengan membawa inventori toko anda.
Tidak ada orang yang akan memberikan pekerjaan di meja anda atau menunjukkan apa yang perlu diselesaikan. Bagi kebanyakan orang yang mencoba berwirausaha dan memulai bisnis setelah menjadi karyawan dalam waktu yang lama, ini adalah penyesuaian terberat yang dibuat.
3. Anda harus mampu mengenali peluang dan mengejarnya.
Kebanyakan karyawan melakukan apa yang ditugaskan. Ada orang lain yang "ditunjuk" untuk mencari peluang, apakah bos sebuah usaha kecil, atau mungkin departemen sales atau tim manajerial di sebuah perusahaan besar. Jika anda memulai usaha, anda harus menjadi seseorang yang secara konstan melihat peluang dan mampu mengenalinya. Mungkin hanya peluang kecil, seperti kesempatan menjemput klien baru, atau yang besar, seperti menempatkan produk anda di rak grosir terbesar, namun sebagai pemilik usaha kecil anda harus tetap mengamati masadepan dan posisi diri anda untuk mendapatkan keuntungan dari peluang yang didapatkan. Sebagai karyawan, mungkin anda terbiasa dengan posisi "kepala menunduk"; jika menjadi pengusaha yang berhasil, anda perlu melakukan posisi "kepala kedepan".
Menjadi pengusaha sangat berbeda dengan karyawan dan akan menjadi transisi yang sulit.
4. Ketika anda berwira usaha, anda harus mampu membuat rencana.
Pekerjaan terakhir anda mungkin tidak melibatkan perencanaan sama sekali, karena orang lain yang melakukannya. Atau mungkin membuat perencanaan ditingkat lokal, seperti perencanaan proyek tertentu. Jika ingin mulai usaha, anda perlu mengembangkan keahlian dalam perencanaan baik jangka pendek dan jangka panjang; yang akan menjadi bagian besar dalam diri anda.
Ketika anda mulai usaha, salah satu tugas anda adalah bekerja dengan business plan. Saat bisnis anda berjalan, anda akan menemukan perencanaan ini (sedetil apapun) perlu direvisi dan rencana lain perlu dibuat, karena anda bekerja dengan sasaran jangka panjang yang anda tetapkan untuk bisnis anda. Dari mengikuti rencana orang lain sebagai karyawan, anda harus belajar bagaimana menciptakan rencana bagi diri anda sendiri dan mengadaptasi rencana di lingkungan yang berubah.
5. Anda perlu mempersiapkan diri untuk masuk kedalam upaya yang konstan dan konsisten.
Kita semua telah melihat karyawan yang hanya bergerak, atau mereka yang hanya "menghabiskan waktu" sampai pensiun. Anda tidak perlu menjadi rekan kerja untuk tahu siapa saja orang ini. Sebagai seorang konsumen atau klien, anda dapat mengetahuinya. Memulai usaha memerlukan energi dan anda harus mampu memberikannya 100 persen. Konsumen atau klien anda harus tahu jika anda mengeluarkan bakat, ketrampilan, atau perhatian secara maksimal untuk mereka - dan mereka akan mencari ke tempat lain jika tidak mendapatkannya dari anda.
Yang lebih parah, anda perlu memberikan upaya yang konstan dan konsisten tanpa jaring pengaman karyawan. Banyak karyawan yang biasanya "sakit" dan ada orang lain yang menangani pekerjaannya, misalnya. Sebagai pengusaha, anda harus melakukannya sendiri dan memberikan upaya yang terbaik jika anda tidak memiliki karyawan yang dapat melakukannya. Anda juga mengucapkan selamat tinggal pada hari libur yang biasanya dinikmati karyawan, setidaknya sampai bisnis anda pada titik mapan, sehingga anda dapat mengatur waktu anda.
6. Harus mampu menghadapi ketidakpastian.
Sebagai seorang pengusaha, tidak ada jaminan produk atau layanan yang anda tawarkan masih diperlukan dalam waktu 6 bulan mendatang. Tidak ada jaminan bahwa konsumen anda akan membayar tagihan tepat waktu atau melunasinya. Tidak ada jaminan klien besar anda, yang nampaknya senang dengan kerja anda, tidak akan meninggalkan anda minggu depan. Tidak ada jaminan anda akan menghasilkan income bulan ini atau setelahnya. Bagi kebanyakan mantan karyawan yang terbiasa menerima gaji secara teratur, ketidakpastian ini menjadi hal yang sulit dihadapi.
Apakah anda masih bertanya-tanya, "Bagaimana saya harus memulai bisnis?" Bagus! karena inti dari artikel ini bukanlah menakut-nakuti anda, namun menyadarkan anda bagaiamana seharusnya menyesuaikan kembali pemikiran anda untuk melakukan transisi dari karyawan ke pengusaha.
Semoga setelah anda membaca list yang diperlukan untuk menjadi pengusaha sukses, anda berkata pada diri anda sendiri, "Saya dapat melakukannya". Karena setiap orang dengan ciri yang ada disini adalah sikap atau perilaku yang dapat dipelajari.
Sekarang anda tahu jenis orang seperti apa yang dapat menjalankan bisnis dan berhasil, kemana anda pergi setelah ini?
Salam sukses
Soeparno
Read More..
Banyak orang yang terkena perampingan, diberhentikan, atau dipecat. Dan karena keadaan ekonomi, mendapatkan pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah. Menciptakan pekerjaan anda sendiri dengan mulai membuka usaha memang menarik ketika anda tidak mendapatkan pekerjaan - atau tidak betah dengan pekerjaan yang ada sekarang.
Tapi "Bagaimana memulai wirausaha?" bukanlah pertanyaan pertama yang harus anda ajukan jika anda dalam situasi ini; pertanyaan pertama yang seharusnya ditanyakan adalah "Haruskan saya berwirausaha?" Sebelum anda mulai memikirkan jenis bisnis yang akan anda kerjakan, anda harus melakukan beberapa pemikiran tentang diri anda.
Tidak semua orang bisa memulai usaha.
Menjadi wirausahawan sangat berbeda dengan karyawan.
Dan beberapa orang merasa tidak mungkin menyesuaikan perbedaan-perbedaan tersebut.
Mari kita lihat jika anda memiliki mindset pengusaha yang diperlukan.
1. Anda harus fleksibel jika berwirausaha.
Jika anda mulai berbisnis, anda tidak lagi memiliki "sebuah" pekerjaan dengan kewajiban dan tanggung jawab yang telah jelas. Secara tiba-tiba anda memiliki tugas ganda, yang sering terganggu dengan adanya krisis yang tidak terduga (khususnya dalam fase awal). Hari-hari karyawan biasanya diisi dengan aktivitas yang dapat diprediksi; sedangkan pengusaha tidak.
Dan ketika anda memulai usaha, tidak ada orang yang didelegasikan. Sebagai karyawan, anda terbiasa melimpahkan masalah ke bagian diatas anda atau tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang pemilik usaha, anda adalah orang yang akan berhadapan dengan krisis apapun dan memecahkan masalah. Anda adalah orang yang harus membuat keputusan.
2. Anda harus menjadi pemrakarsa motivasi diri.
Ketika anda menjadi karyawan, orang lain yang menyuruh anda melakukan sesuatu, baik secara langsung ataupun tidak. Anda terbiasa melakukan tindakan yang diarahkan oleh orang lain. Namun, sebagai pemilik usaha, anda harus mengarahkan tindakan anda sendiri. Anda tidak bisa hanya duduk dan berharap klien akan datang atau tiba-tiba seseorang datang dengan membawa inventori toko anda.
Tidak ada orang yang akan memberikan pekerjaan di meja anda atau menunjukkan apa yang perlu diselesaikan. Bagi kebanyakan orang yang mencoba berwirausaha dan memulai bisnis setelah menjadi karyawan dalam waktu yang lama, ini adalah penyesuaian terberat yang dibuat.
3. Anda harus mampu mengenali peluang dan mengejarnya.
Kebanyakan karyawan melakukan apa yang ditugaskan. Ada orang lain yang "ditunjuk" untuk mencari peluang, apakah bos sebuah usaha kecil, atau mungkin departemen sales atau tim manajerial di sebuah perusahaan besar. Jika anda memulai usaha, anda harus menjadi seseorang yang secara konstan melihat peluang dan mampu mengenalinya. Mungkin hanya peluang kecil, seperti kesempatan menjemput klien baru, atau yang besar, seperti menempatkan produk anda di rak grosir terbesar, namun sebagai pemilik usaha kecil anda harus tetap mengamati masadepan dan posisi diri anda untuk mendapatkan keuntungan dari peluang yang didapatkan. Sebagai karyawan, mungkin anda terbiasa dengan posisi "kepala menunduk"; jika menjadi pengusaha yang berhasil, anda perlu melakukan posisi "kepala kedepan".
Menjadi pengusaha sangat berbeda dengan karyawan dan akan menjadi transisi yang sulit.
4. Ketika anda berwira usaha, anda harus mampu membuat rencana.
Pekerjaan terakhir anda mungkin tidak melibatkan perencanaan sama sekali, karena orang lain yang melakukannya. Atau mungkin membuat perencanaan ditingkat lokal, seperti perencanaan proyek tertentu. Jika ingin mulai usaha, anda perlu mengembangkan keahlian dalam perencanaan baik jangka pendek dan jangka panjang; yang akan menjadi bagian besar dalam diri anda.
Ketika anda mulai usaha, salah satu tugas anda adalah bekerja dengan business plan. Saat bisnis anda berjalan, anda akan menemukan perencanaan ini (sedetil apapun) perlu direvisi dan rencana lain perlu dibuat, karena anda bekerja dengan sasaran jangka panjang yang anda tetapkan untuk bisnis anda. Dari mengikuti rencana orang lain sebagai karyawan, anda harus belajar bagaimana menciptakan rencana bagi diri anda sendiri dan mengadaptasi rencana di lingkungan yang berubah.
5. Anda perlu mempersiapkan diri untuk masuk kedalam upaya yang konstan dan konsisten.
Kita semua telah melihat karyawan yang hanya bergerak, atau mereka yang hanya "menghabiskan waktu" sampai pensiun. Anda tidak perlu menjadi rekan kerja untuk tahu siapa saja orang ini. Sebagai seorang konsumen atau klien, anda dapat mengetahuinya. Memulai usaha memerlukan energi dan anda harus mampu memberikannya 100 persen. Konsumen atau klien anda harus tahu jika anda mengeluarkan bakat, ketrampilan, atau perhatian secara maksimal untuk mereka - dan mereka akan mencari ke tempat lain jika tidak mendapatkannya dari anda.
Yang lebih parah, anda perlu memberikan upaya yang konstan dan konsisten tanpa jaring pengaman karyawan. Banyak karyawan yang biasanya "sakit" dan ada orang lain yang menangani pekerjaannya, misalnya. Sebagai pengusaha, anda harus melakukannya sendiri dan memberikan upaya yang terbaik jika anda tidak memiliki karyawan yang dapat melakukannya. Anda juga mengucapkan selamat tinggal pada hari libur yang biasanya dinikmati karyawan, setidaknya sampai bisnis anda pada titik mapan, sehingga anda dapat mengatur waktu anda.
6. Harus mampu menghadapi ketidakpastian.
Sebagai seorang pengusaha, tidak ada jaminan produk atau layanan yang anda tawarkan masih diperlukan dalam waktu 6 bulan mendatang. Tidak ada jaminan bahwa konsumen anda akan membayar tagihan tepat waktu atau melunasinya. Tidak ada jaminan klien besar anda, yang nampaknya senang dengan kerja anda, tidak akan meninggalkan anda minggu depan. Tidak ada jaminan anda akan menghasilkan income bulan ini atau setelahnya. Bagi kebanyakan mantan karyawan yang terbiasa menerima gaji secara teratur, ketidakpastian ini menjadi hal yang sulit dihadapi.
Apakah anda masih bertanya-tanya, "Bagaimana saya harus memulai bisnis?" Bagus! karena inti dari artikel ini bukanlah menakut-nakuti anda, namun menyadarkan anda bagaiamana seharusnya menyesuaikan kembali pemikiran anda untuk melakukan transisi dari karyawan ke pengusaha.
Semoga setelah anda membaca list yang diperlukan untuk menjadi pengusaha sukses, anda berkata pada diri anda sendiri, "Saya dapat melakukannya". Karena setiap orang dengan ciri yang ada disini adalah sikap atau perilaku yang dapat dipelajari.
Sekarang anda tahu jenis orang seperti apa yang dapat menjalankan bisnis dan berhasil, kemana anda pergi setelah ini?
Salam sukses
Soeparno
Read More..
Jumat, 22 Mei 2009
Berapa lama Kita dikubur?
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 "
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"
Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?
Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya
Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.
Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...
"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."
Segala sesuatu didunia ini hanyalah kemungkinan. Tapi ada satu kepastian, yaitu kematian.
Salam Instropeksi
Soeparno
Read More..
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 "
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"
Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?
Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya
Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.
Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...
"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."
Segala sesuatu didunia ini hanyalah kemungkinan. Tapi ada satu kepastian, yaitu kematian.
Salam Instropeksi
Soeparno
Read More..
Kamis, 21 Mei 2009
Formula Sukses Anthony Robbins
Baik disengaja atau tidak, setiap orang menggunakan formula yang sama untuk sukses. Gunakan 4 langkah mudah berikut untuk mewujudkan apapun yang anda inginkan.
• Putuskan apa sebenarnya yang anda sangat inginkan. Harus spesifik! Karena semakin jelas keinginan anda, makin besar juga kekuatannya
• Take Action! Sekarang!! Bukan menunggu datangnya mood ,nanti jika ada waktu luang ataupun menunggu kondisi dan situasi yang pas (sempurna). Ambil tindakan sekarang juga!
• Cermati dengan teliti segala tindakan anda. Jangan habiskan energi pada hal yang jelas-jelas terbukti tidak akan berhasil mewujudkan keinginan anda.
• Rubah atau modifikasi tindakan anda sesuai kebutuhan sampai pada akhirnya tujuan tercapai.
Selamat Mencoba & Sukses
Soeparno
Read More..
• Putuskan apa sebenarnya yang anda sangat inginkan. Harus spesifik! Karena semakin jelas keinginan anda, makin besar juga kekuatannya
• Take Action! Sekarang!! Bukan menunggu datangnya mood ,nanti jika ada waktu luang ataupun menunggu kondisi dan situasi yang pas (sempurna). Ambil tindakan sekarang juga!
• Cermati dengan teliti segala tindakan anda. Jangan habiskan energi pada hal yang jelas-jelas terbukti tidak akan berhasil mewujudkan keinginan anda.
• Rubah atau modifikasi tindakan anda sesuai kebutuhan sampai pada akhirnya tujuan tercapai.
Selamat Mencoba & Sukses
Soeparno
Read More..
Pemimpi vs penghayal
Banyak diantara kita meremehkan seseorang bila mereka memimpikan sesuatu. Apalagi kalau impiannya di siang bolong alias gak realistis sama sekali. "woi bangun dong, siang gini masih ngelindur.."
Ya, para pemimpi itu tersadar dari lamunannya, berhenti berusaha, menyerah di tengah perjalanan dan kembali hidup seperti sedia kala. hehehehe ... kasian deh lu hai para pemimpi.
Tapi tidak untuk beberapa pemimpi tertentu.
kita perlu berterima kasih kepada Einstein yang pernah dianggap lamban disekolah, Bill Gates yang tidak pernah populer di sekolahnya, Wright bersaudara yang "tidak mungkin bisa", dan sederetan orang yang dinilai macam macam oleh masyarakat sekitar tapi justru pada akhirnya memberikan dampak secara mendunia.
Mereka juga seorang pemimpi disiang bolong.
awalnya juga bermimpi, mungkin tidak hanya sekedar dibilangin "woi bangun dong ..", tapi juga diremehkan seperti "mikir dong .. mikiiir... mana mungkiiin... gak bisa deh... ngapain sih repot repot gitu ... gua bilang juga ape, lu lagi gak dengerin gue ... " ( kok jadi mirip skenario sinetron gini ya? )
Jadi apakah kita adalah pemimpi atau penghayal?
untuk sederhananya, Lihat saja impian kita, bila jarak antara impian kita dengan diri kita semakin dekat, kita masuk dalam katagori seorang pemimpi. tapi bila semakin lama, jarak antara impian kita dengan diri kita semakin menjauh, tentu saja kita masuk katagori seorang penghayal. Anthony robbins mengatakan "milikilah strategi !!" ... dan waktu akan membuktikan bahwa anda berhasil sebagai seorang pemimpi sejati.
Saran dari Napoleon Hill bila anda ingin tidak dibilangin penghayal adalah JANGAN KATAKAN IMPIAN ANDA KEPADA SEMUA ORANG. Kalau pun anda kebelet mo bilang ... pecah impian anda menjadi bagian kecil kecil dan katakan bagian kecil tersebut kepada orang itu. tentu yang terlihat masuk akal bagi mereka ...
jamin deh, gak dibilangin penghayal. Kadang justru anda mendapatkan dukungan dari mereka
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Ya, para pemimpi itu tersadar dari lamunannya, berhenti berusaha, menyerah di tengah perjalanan dan kembali hidup seperti sedia kala. hehehehe ... kasian deh lu hai para pemimpi.
Tapi tidak untuk beberapa pemimpi tertentu.
kita perlu berterima kasih kepada Einstein yang pernah dianggap lamban disekolah, Bill Gates yang tidak pernah populer di sekolahnya, Wright bersaudara yang "tidak mungkin bisa", dan sederetan orang yang dinilai macam macam oleh masyarakat sekitar tapi justru pada akhirnya memberikan dampak secara mendunia.
Mereka juga seorang pemimpi disiang bolong.
awalnya juga bermimpi, mungkin tidak hanya sekedar dibilangin "woi bangun dong ..", tapi juga diremehkan seperti "mikir dong .. mikiiir... mana mungkiiin... gak bisa deh... ngapain sih repot repot gitu ... gua bilang juga ape, lu lagi gak dengerin gue ... " ( kok jadi mirip skenario sinetron gini ya? )
Jadi apakah kita adalah pemimpi atau penghayal?
untuk sederhananya, Lihat saja impian kita, bila jarak antara impian kita dengan diri kita semakin dekat, kita masuk dalam katagori seorang pemimpi. tapi bila semakin lama, jarak antara impian kita dengan diri kita semakin menjauh, tentu saja kita masuk katagori seorang penghayal. Anthony robbins mengatakan "milikilah strategi !!" ... dan waktu akan membuktikan bahwa anda berhasil sebagai seorang pemimpi sejati.
Saran dari Napoleon Hill bila anda ingin tidak dibilangin penghayal adalah JANGAN KATAKAN IMPIAN ANDA KEPADA SEMUA ORANG. Kalau pun anda kebelet mo bilang ... pecah impian anda menjadi bagian kecil kecil dan katakan bagian kecil tersebut kepada orang itu. tentu yang terlihat masuk akal bagi mereka ...
jamin deh, gak dibilangin penghayal. Kadang justru anda mendapatkan dukungan dari mereka
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Ledakkan Omzet Bisnis Anda
Dimanakah kunci sukses marketing? Yup, kuncinya ada di genggaman tangan anda sendiri. Untuk sukses, anda harus tahu apa sebenarnya keinginan dan tujuan yang akan dicapai.
Tujuan harus jelas, spesifik dan terperinci. Makin jelas tujuannya, makin besar pula peluang kesuksesan anda. Karena, jika tidak tahu mau pergi kemana, bagaimana anda bisa sampai ke tempat yang diinginkan?
Sekarang, apa tujuan anda? Meledakkan omzet anda? Berapa banyak omzet yang anda inginkan? Tulis dengan spesifik angka penjualan untuk tahun ini. Anda bebas menentukan berapa pun besar angka yang diinginkan dalam periode waktu tertentu
Yang terpenting adalah angka penjualan itu harus realistis sesuai dengan keyakinan diri anda. Sebagai guerilla marketer, anda harus realistis dan yakin bahwa anda bisa mencapai tujuan itu tanpa beban yang berlebihan.
Jadi…..Targetnya tidak tinggi? Tidak juga. Target yang rendah dan mudah tercapai tidaklah realistis. Kemampuan anda tidak akan pernah bisa berkembang kalau hanya mengejar angka-angka kecil.
Bagaimana cara memastikan bahwa tujuan kita itu realistis? Berikut daftar pertanyaan yang harus anda jawab:
• Bisakah hal ini benar-benar saya kerjakan?
• Pernahkah saya berusaha mencapai target serupa atau setidaknya yang mendekati target itu?
• Apakah angka-angka, periode waktu dan nilai uang yang ditentukan terlihat logis?
• Apakah kompetitor saya mengejar target yang sama?
• Apakah mindset saya berkata," Target ini pasti bisa saya capai!!"?
Jika anda menjawab ya untuk pertanyaan di atas, berarti target anda sangat realistis.
Hampir semua target -yang paling menantang sekalipun, bisa lebih mudah dicapai dengan membagi target itu menjadi beberapa tahapan. Sehingga setiap kali anda berhasil menyelesaikan satu tahapan, anda akan merasa lebih percaya diri. Ini sangat penting karena kesuksesan sangat bergantung pada keyakinan diri anda.
Begitu seterusnya, tahap demi tahap anda selesaikan dengan kepercayaan diri yang makin tinggi. Momentum pun terbentuk dan mendorong anda sampai ke tujuan utama. Meledakkan omzet bisnis anda!
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Tujuan harus jelas, spesifik dan terperinci. Makin jelas tujuannya, makin besar pula peluang kesuksesan anda. Karena, jika tidak tahu mau pergi kemana, bagaimana anda bisa sampai ke tempat yang diinginkan?
Sekarang, apa tujuan anda? Meledakkan omzet anda? Berapa banyak omzet yang anda inginkan? Tulis dengan spesifik angka penjualan untuk tahun ini. Anda bebas menentukan berapa pun besar angka yang diinginkan dalam periode waktu tertentu
Yang terpenting adalah angka penjualan itu harus realistis sesuai dengan keyakinan diri anda. Sebagai guerilla marketer, anda harus realistis dan yakin bahwa anda bisa mencapai tujuan itu tanpa beban yang berlebihan.
Jadi…..Targetnya tidak tinggi? Tidak juga. Target yang rendah dan mudah tercapai tidaklah realistis. Kemampuan anda tidak akan pernah bisa berkembang kalau hanya mengejar angka-angka kecil.
Bagaimana cara memastikan bahwa tujuan kita itu realistis? Berikut daftar pertanyaan yang harus anda jawab:
• Bisakah hal ini benar-benar saya kerjakan?
• Pernahkah saya berusaha mencapai target serupa atau setidaknya yang mendekati target itu?
• Apakah angka-angka, periode waktu dan nilai uang yang ditentukan terlihat logis?
• Apakah kompetitor saya mengejar target yang sama?
• Apakah mindset saya berkata," Target ini pasti bisa saya capai!!"?
Jika anda menjawab ya untuk pertanyaan di atas, berarti target anda sangat realistis.
Hampir semua target -yang paling menantang sekalipun, bisa lebih mudah dicapai dengan membagi target itu menjadi beberapa tahapan. Sehingga setiap kali anda berhasil menyelesaikan satu tahapan, anda akan merasa lebih percaya diri. Ini sangat penting karena kesuksesan sangat bergantung pada keyakinan diri anda.
Begitu seterusnya, tahap demi tahap anda selesaikan dengan kepercayaan diri yang makin tinggi. Momentum pun terbentuk dan mendorong anda sampai ke tujuan utama. Meledakkan omzet bisnis anda!
Salam Sukses
Soeparno
Read More..
Kebangkitan Nasional
Sebuah kebangkitan sebenarnya diukur dari sejauh mana kemandirian negara dan pengaruhnya di kancah dunia. Bentuk konkrit sebuah kebangkitan menjadi perdebatan. Negara ini memiliki hutang sejumlah ribuan triliun rupiah. Selama 5 tahun (2004-2009) saja negara ini 'sukses' menambah hutang luar negeri sebanyak 80 triliun rupiah per tahun.
Sejumlah besar aset negara telah diobral murah. Badan usaha negara diprivatisasi. Undang-undang BHP, Minerba, dan PMA disahkan sehingga membuat umat semakin sengsara. Undang-undang tersebut tidak lain pesanan negara dan korporat asing agar bisa leluasa mengeruk habis harta milik umat. Negara kebangsaan ini dikendalikan oleh para pemberi hutang.
Negara membebankan hutang itu kepada sekitar 220 juta total umat. Negara melepaskan tanggung jawabnya atas pendidikan, kesehatan, dan kemakmuran umat. Akibatnya harga BBM terus naik. Hanya satu kali penurunan harga BBM yang tidak mampu berperan penting. Angka pengangguran semakin tinggi, dan angka kematian ibu melahirkan dan bayi meningkat.
Umat semakin terjerumus ke dalam kemiskinan dan kebodohan walaupun BLT, BOS, dan lain-lain telah diberikan. Mereka terbenam di bawah himpitan beban ekonomi di tengah-tengah arus liberalisasi.
Pola hidup mewah dan bebas nilai menjamur di tengah masyarakat. Terutama kaum muda. Mereka menjadi generasi lemah, apatis, kekanak-kanakan, dan tidak pernah terlintas di dalam benak mereka akan kebangkitan. Dengan semua masalah yang menimpa negara ini apakah isu kebangkitan nasional masih relevan?
Sebuah kebangkitan hanya bisa diraih dengan konsistensi terhadap ideologi. Rahasia kebangkitan negara-negara barat terletak pada konsistensi mereka dalam memegang ideologi Kapitalisme Sekular. Kebangkitan negara-negara komunis juga berawal dari konsistensi terhadap ideologi Sosialisme Komunis.
Kapitalisme dan Sosialisme masing-masing berhasil memancarkan aturan komprehensif untuk meraih kebangkitan. Terlepas dari benar atau salahnya ideologi-ideologi tersebut.
Sosialisme telah terbukti gagal dengan runtuhnya Soviet. Kapitalisme menunjukkan tanda-tanda kegagalan dengan terjadinya krisis ekonomi di Amerika dan negara-negara barat.
Nasionalisme tidak lagi relevan dengan ideologi kebangkitan sebab ia tidak mampu memancarkan aturan komprehensif. Begitu pula dengan isme-isme lainnya. Mereka semua gagal meraih kebangkitan.
Satu-satunya ideologi kebangkitan yang layak diterapkan adalah Islam. Islam merupakan ideologi khas yang memancarkan aturan komprehensif untuk meraih kebangkitan. Islam telah terbukti lebih dari seribu tahun meraih kebangkitan.
Umat pernah melakukan kesalahan fatal dengan meninggalkan Islam dan mengadopsi ideologi yang rusak. Kesalahan ini menjadi penyebab utama runtuhnya Sistem Islam.
Para penjajah memanfaatkan kesalahan itu untuk menghancurkan Negara Islam tahun 1924. Sejak saat itulah umat semakin jauh meninggalkan Islam. Keadaan mereka semakin memburuk di bawah kemerdekaan palsu dan kebangkitan semu.
Namun, kini umat semakin sadar akan kebangkitan hakiki. Mereka yakin hanya Islamlah yang bisa mengantarkan mereka kembali kepada kebangkitan. Gerakan Islam menjadi lokomotif kebangkitan itu dengan menyadarkan umat, mencampakkan ideologi rusak, membongkar makar penjajah, dan membina umat secara konsisten.
Semakin lama kesadaran itu semakin mengkristal. Dan kini, wujud kebangkitan yang sesungguhnya hanyalah masalah waktu.
Salam Bangkit
Sooeparno
Read More..
Sejumlah besar aset negara telah diobral murah. Badan usaha negara diprivatisasi. Undang-undang BHP, Minerba, dan PMA disahkan sehingga membuat umat semakin sengsara. Undang-undang tersebut tidak lain pesanan negara dan korporat asing agar bisa leluasa mengeruk habis harta milik umat. Negara kebangsaan ini dikendalikan oleh para pemberi hutang.
Negara membebankan hutang itu kepada sekitar 220 juta total umat. Negara melepaskan tanggung jawabnya atas pendidikan, kesehatan, dan kemakmuran umat. Akibatnya harga BBM terus naik. Hanya satu kali penurunan harga BBM yang tidak mampu berperan penting. Angka pengangguran semakin tinggi, dan angka kematian ibu melahirkan dan bayi meningkat.
Umat semakin terjerumus ke dalam kemiskinan dan kebodohan walaupun BLT, BOS, dan lain-lain telah diberikan. Mereka terbenam di bawah himpitan beban ekonomi di tengah-tengah arus liberalisasi.
Pola hidup mewah dan bebas nilai menjamur di tengah masyarakat. Terutama kaum muda. Mereka menjadi generasi lemah, apatis, kekanak-kanakan, dan tidak pernah terlintas di dalam benak mereka akan kebangkitan. Dengan semua masalah yang menimpa negara ini apakah isu kebangkitan nasional masih relevan?
Sebuah kebangkitan hanya bisa diraih dengan konsistensi terhadap ideologi. Rahasia kebangkitan negara-negara barat terletak pada konsistensi mereka dalam memegang ideologi Kapitalisme Sekular. Kebangkitan negara-negara komunis juga berawal dari konsistensi terhadap ideologi Sosialisme Komunis.
Kapitalisme dan Sosialisme masing-masing berhasil memancarkan aturan komprehensif untuk meraih kebangkitan. Terlepas dari benar atau salahnya ideologi-ideologi tersebut.
Sosialisme telah terbukti gagal dengan runtuhnya Soviet. Kapitalisme menunjukkan tanda-tanda kegagalan dengan terjadinya krisis ekonomi di Amerika dan negara-negara barat.
Nasionalisme tidak lagi relevan dengan ideologi kebangkitan sebab ia tidak mampu memancarkan aturan komprehensif. Begitu pula dengan isme-isme lainnya. Mereka semua gagal meraih kebangkitan.
Satu-satunya ideologi kebangkitan yang layak diterapkan adalah Islam. Islam merupakan ideologi khas yang memancarkan aturan komprehensif untuk meraih kebangkitan. Islam telah terbukti lebih dari seribu tahun meraih kebangkitan.
Umat pernah melakukan kesalahan fatal dengan meninggalkan Islam dan mengadopsi ideologi yang rusak. Kesalahan ini menjadi penyebab utama runtuhnya Sistem Islam.
Para penjajah memanfaatkan kesalahan itu untuk menghancurkan Negara Islam tahun 1924. Sejak saat itulah umat semakin jauh meninggalkan Islam. Keadaan mereka semakin memburuk di bawah kemerdekaan palsu dan kebangkitan semu.
Namun, kini umat semakin sadar akan kebangkitan hakiki. Mereka yakin hanya Islamlah yang bisa mengantarkan mereka kembali kepada kebangkitan. Gerakan Islam menjadi lokomotif kebangkitan itu dengan menyadarkan umat, mencampakkan ideologi rusak, membongkar makar penjajah, dan membina umat secara konsisten.
Semakin lama kesadaran itu semakin mengkristal. Dan kini, wujud kebangkitan yang sesungguhnya hanyalah masalah waktu.
Salam Bangkit
Sooeparno
Read More..
Selasa, 19 Mei 2009
5 Kiat Rumah Sejuk Tanpa AC
Bukan hal yang mustahil menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Lebih hemat listrik dan ramah lingkungan. Simak beberapa kiatnya di sini.
Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas, terlebih lagi di area perkotaan, membuat Air Conditioner (AC) menjadi kebutuhan. Rasanya mustahil memiliki rumah tinggal yang sejuk dan nyaman, tanpa kehadirannya.
Dengan berkembangnya isu lingkungan, seperti pemanasan global, pemakaian AC pun menjadi salah satu yang memberi dampak negatif. Terutama dalam hal penggunaan energi listrik. Mengapa tidak mulai sekarang kita kurangi bahkan hilangkan sama sekali penggunaan AC.
Bukan hal yang mustahil kok menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Beberapa poin berikut mungkin bisa membantu, untuk Anda yang berniat mencoba.
1. Maksimalkan bukaan dan ventilasi
Untuk menciptakan rumah yang nyaman, sejuk, sekaligus sehat, aliran sirkulasi udara yang baik menjadi syarat mutlak. Sirkulasi udara yang seperti itu bisa didapat dengan menyediakan bukaan atau ventilasi yang cukup. Sehingga aliran udara masuk dan keluar, seimbang.
2. Minimalkan masuknya cahaya matahari siang
Di siang hari, saat matahari bersinar sangat terik, usahakan tidak terlalu banyak cahaya yang masuk. Pasalnya, cahaya matahari siang bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu ruangan. Salah satu caranya, lengkapi jendela dengan window shade. Window shade akan membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk. Sehingga dapat meminimalisasi meningkatnya suhu ruangan.
3. Jarak plafon dengan lantai cukup tinggi
Jarak ideal plafon dan lantai adalah 2,75m-4m. Bahkan ada pula beberapa hunian meninggikan plafon hingga 6m, pada beberapa ruangan. Hal ini disebabkan, ketinggian plafon memberikan ruang yang cukup untuk perputaran dan pertukaran udara. Selain itu, ia juga bisa mengurangi panas ruangan, yang diakibatkan mengalirnya endapan panas dari ruang bawah atap ke dalam ruangan.
4. Gunakan material atap yang memantulkan panas
Panas yang ditimbulkan dari masuknya cahaya matahari, bukan hanya dari jendela, juga atap. Oleh sebab itu, pilih material atap yang dapat memantulkan panas. Genteng keramik misalnya. Atau bisa juga menambahkan material insulasi pemantul dan peredam panas.
5. Buat kolam atau taman di area dalam rumah (innercourt)
Kolam dan taman dapat membantu menurunkan suhu ruangan. Agar tidak membuat udara dalam ruangan menjadi lembap, usahakan tetap ada sinar matahari yang masuk ke dalam innercourt. Salah satu caranya dengan memberi bukaan yang cukup di bagian atap, misalnya. Dengan demikian tetap terjadi pertukaran udara yang baik, dari dalam ke luar dan sebaliknya.
Selamat mencoba
Read More..
Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas, terlebih lagi di area perkotaan, membuat Air Conditioner (AC) menjadi kebutuhan. Rasanya mustahil memiliki rumah tinggal yang sejuk dan nyaman, tanpa kehadirannya.
Dengan berkembangnya isu lingkungan, seperti pemanasan global, pemakaian AC pun menjadi salah satu yang memberi dampak negatif. Terutama dalam hal penggunaan energi listrik. Mengapa tidak mulai sekarang kita kurangi bahkan hilangkan sama sekali penggunaan AC.
Bukan hal yang mustahil kok menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Beberapa poin berikut mungkin bisa membantu, untuk Anda yang berniat mencoba.
1. Maksimalkan bukaan dan ventilasi
Untuk menciptakan rumah yang nyaman, sejuk, sekaligus sehat, aliran sirkulasi udara yang baik menjadi syarat mutlak. Sirkulasi udara yang seperti itu bisa didapat dengan menyediakan bukaan atau ventilasi yang cukup. Sehingga aliran udara masuk dan keluar, seimbang.
2. Minimalkan masuknya cahaya matahari siang
Di siang hari, saat matahari bersinar sangat terik, usahakan tidak terlalu banyak cahaya yang masuk. Pasalnya, cahaya matahari siang bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu ruangan. Salah satu caranya, lengkapi jendela dengan window shade. Window shade akan membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk. Sehingga dapat meminimalisasi meningkatnya suhu ruangan.
3. Jarak plafon dengan lantai cukup tinggi
Jarak ideal plafon dan lantai adalah 2,75m-4m. Bahkan ada pula beberapa hunian meninggikan plafon hingga 6m, pada beberapa ruangan. Hal ini disebabkan, ketinggian plafon memberikan ruang yang cukup untuk perputaran dan pertukaran udara. Selain itu, ia juga bisa mengurangi panas ruangan, yang diakibatkan mengalirnya endapan panas dari ruang bawah atap ke dalam ruangan.
4. Gunakan material atap yang memantulkan panas
Panas yang ditimbulkan dari masuknya cahaya matahari, bukan hanya dari jendela, juga atap. Oleh sebab itu, pilih material atap yang dapat memantulkan panas. Genteng keramik misalnya. Atau bisa juga menambahkan material insulasi pemantul dan peredam panas.
5. Buat kolam atau taman di area dalam rumah (innercourt)
Kolam dan taman dapat membantu menurunkan suhu ruangan. Agar tidak membuat udara dalam ruangan menjadi lembap, usahakan tetap ada sinar matahari yang masuk ke dalam innercourt. Salah satu caranya dengan memberi bukaan yang cukup di bagian atap, misalnya. Dengan demikian tetap terjadi pertukaran udara yang baik, dari dalam ke luar dan sebaliknya.
Selamat mencoba
Read More..
Takut Gagal?
Baru saja saya membaca iklan suatu lembaga pendidikan, mencuplik beberapa berita di harian Kompas. Berita yang pertama mengatakan 2000-4000 orang pengangguran baru tercipta di Indonesia setiap hari. Lebih lanjut Kompas memberitakan, diperkirakan di tahun 2009, Ada 116,5 juta orang (69% dari total penduduk) di Negeri ini Serbu Pasar Kerja! Mengerikan!
Sarjana, Sarjana, Sarjana
Jamannya si Doel, menjadi sarjana merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa. Bagaimana dengan sekarang? Mau tahu berapa kebutuhan tenaga sarjana di Indonesia? 75.000 orang saja pertahunnya! Emang berapa jumlah lulusan sarjana? 3 juta sarjana baru setiap tahunnya. Jadi jangan heran, sayapun pernah punya driver yang sarjana, bahkan dari lulusan luar negeri. Kok bisa? "Daripada nganggur", katanya.
Anggap saja Anda adalah termasuk dari 75.000 sarjana yang "beruntung" mendapatkan job sarjana. Namun jangan protes jika penghasilan Anda akan mendapatkan "tekanan" alias pas-pasan. Jika tidak puas, monggo silakan keluar, wong masih tersisa 2,9 juta sarjana yang ngantri. Kompetisi pekerja akan semakin gila. Sudah hukum alam, jika supply berlebihan, harga akan banting-bantingan. Nah, rendahnya gaji di negara ini harusnya bukan salah siapa-siapa, tapi salah bersama. Hal itu disebabkan sedikitnya pertumbuhan usaha atau pengusaha di negeri ini.
Seandainya saja pembaca sadar akan mendesaknnya "lowongan" pengusaha, lha mbok yuk jadi pejuang, keluar kerja dan bangun usaha. Khususnya bagi para sarjana dan lulusan sekolah kejuruan, dibuka lowongan "Wajib Usaha" (seperti wajib militer jaman perang). Kalo bangkrut gimana? Ya tinggal bangun lagi, wong dulu juga gak punya duit pas lahir. Apa yang ditakuti? Apalagi sekarang banyak sekali pendidikan informal yang mengajarkan "ilmu-ilmu praktis" mulai usaha, bangkit dari kebangkrutan ataupun paket mengembangkan usaha. Layaknya pasukan khusus yang dilatih dan diperbekali dengan senjata, tak perlu takut menghadapi musuh. Katakanlah Anda gagal terus dalam usaha dan ingin balik mencari kerja, apakah ditolak karena bekas pengusaha? Justru mentalitas pengusaha (Intrapreneurship) itu yang sekarang dibutuhkan, dibanding dengan karyawan yang "bermental" pekerja. Nah tuh, apalagi resiko jadi pengusaha? Paling ditakuti adalah saat kaya kemudian lupa diri saja.
Mudah-mudahan para orang tua mulai sadar, bahwa "mempersiapkan anaknya untuk menjadi pekerja", sama dengan menjerumuskan anaknya ke "tragedi lorong maut Mina", berdesak-desakan kehabisan nafas. Berita yang marak akhir-akhir ini, bahkan Presiden SBY juga mengatakan,"Tren sekolah-sekolah sekarang adalah menciptakan Young Entrepreneur". Daripada saling menuding dan memaki pemerintah dalam krisis ini, yuk kita menjadi bagian dari solusi krisis ini. Jadilah PEJUANG, jadilah PENGUSAHA!
Jika ada yang perlu ditakuti, Takutlah "tidak punya KEBERANIAN". Jika Anda mau mencaci, cacilah diri sendiri karena tidak berkontribusi.
Salam Sukses
Read More..
Sarjana, Sarjana, Sarjana
Jamannya si Doel, menjadi sarjana merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa. Bagaimana dengan sekarang? Mau tahu berapa kebutuhan tenaga sarjana di Indonesia? 75.000 orang saja pertahunnya! Emang berapa jumlah lulusan sarjana? 3 juta sarjana baru setiap tahunnya. Jadi jangan heran, sayapun pernah punya driver yang sarjana, bahkan dari lulusan luar negeri. Kok bisa? "Daripada nganggur", katanya.
Anggap saja Anda adalah termasuk dari 75.000 sarjana yang "beruntung" mendapatkan job sarjana. Namun jangan protes jika penghasilan Anda akan mendapatkan "tekanan" alias pas-pasan. Jika tidak puas, monggo silakan keluar, wong masih tersisa 2,9 juta sarjana yang ngantri. Kompetisi pekerja akan semakin gila. Sudah hukum alam, jika supply berlebihan, harga akan banting-bantingan. Nah, rendahnya gaji di negara ini harusnya bukan salah siapa-siapa, tapi salah bersama. Hal itu disebabkan sedikitnya pertumbuhan usaha atau pengusaha di negeri ini.
Seandainya saja pembaca sadar akan mendesaknnya "lowongan" pengusaha, lha mbok yuk jadi pejuang, keluar kerja dan bangun usaha. Khususnya bagi para sarjana dan lulusan sekolah kejuruan, dibuka lowongan "Wajib Usaha" (seperti wajib militer jaman perang). Kalo bangkrut gimana? Ya tinggal bangun lagi, wong dulu juga gak punya duit pas lahir. Apa yang ditakuti? Apalagi sekarang banyak sekali pendidikan informal yang mengajarkan "ilmu-ilmu praktis" mulai usaha, bangkit dari kebangkrutan ataupun paket mengembangkan usaha. Layaknya pasukan khusus yang dilatih dan diperbekali dengan senjata, tak perlu takut menghadapi musuh. Katakanlah Anda gagal terus dalam usaha dan ingin balik mencari kerja, apakah ditolak karena bekas pengusaha? Justru mentalitas pengusaha (Intrapreneurship) itu yang sekarang dibutuhkan, dibanding dengan karyawan yang "bermental" pekerja. Nah tuh, apalagi resiko jadi pengusaha? Paling ditakuti adalah saat kaya kemudian lupa diri saja.
Mudah-mudahan para orang tua mulai sadar, bahwa "mempersiapkan anaknya untuk menjadi pekerja", sama dengan menjerumuskan anaknya ke "tragedi lorong maut Mina", berdesak-desakan kehabisan nafas. Berita yang marak akhir-akhir ini, bahkan Presiden SBY juga mengatakan,"Tren sekolah-sekolah sekarang adalah menciptakan Young Entrepreneur". Daripada saling menuding dan memaki pemerintah dalam krisis ini, yuk kita menjadi bagian dari solusi krisis ini. Jadilah PEJUANG, jadilah PENGUSAHA!
Jika ada yang perlu ditakuti, Takutlah "tidak punya KEBERANIAN". Jika Anda mau mencaci, cacilah diri sendiri karena tidak berkontribusi.
Salam Sukses
Read More..
Obat Resah
Pada dasarnya manusia memiliki dua potensi kehidupan. Pertama adalah kebutuhan hidup. Sesuatu yang stimulusnya dari dalam, menuntut untuk dipenuhi, jika tidak dipenuhi, maka akan mati. Contohnya makan, minum, buang air dan lain-lain. Kedua adalah naluri. Sesuatu yang stimulusnya dari luar, menuntut untuk dipenuhi, jika tidak dipenuhi tidak menyebabkan kematian, namun menyebabkan ‘keresahan’.
Contohnya naluri seksual, naluri eksistensi diri, naluri menuhankan sesuatu. Naluri seksual timbul karena rangsangan dari luar saat kita melihat lawan jenis kita. Jika tidak kita penuhi, tidak akan menyebabkan kematian, tapi diri kita akan resah gelisah, tak nyenyak tidurnya bahkan timbul rasa emosional. Adanya pernikahan adalah solusi dari kebutuhan naluri seksual. Naluri eksistensi diri contohnya jika kita diejek, dihina, diremehkan. Sebenarnya saat kita tidak membalas atau bereaksipun tidak mengakibatkan kematian, hanya saja kita akan resah, jengkel, dongkol bahkan sampai dendam, hal itu diakibatkan dari naluri eksistensi diri kita.
Kebutuhan akan Tuhan
Naluri yang ketiga timbul seringkali karena semua logika kita tidak dapat mencerna apa yang kita lihat, alami dan rasakan. Contohnya pada saat kita mendapatkan musibah, kematian orang dekat kita, yang kita tidak pernah sangka waktunya. Nah, saat itu kita akan berkata pada diri sendiri,”Ada sesuatu yang menguasaiku”. Sama halnya pada saat panen gagal, para petani akan bertanya,”Siapa sih yang membuat dan mengatur hujan”. Bisa juga saat kita memandang pegunungan atau lautan, “Siapa sih yang menciptakannya?”. Meskipun hasil dari pencarian naluri menuhankan berbeda-beda, intinya mereka mengakui bahwa ada suatu kekuatan yang ‘menguasai’ dirinya. Ada yang menyebutnya dewa, dewi sri, pohon besar, ataupun Allah. Bukan membandingkan, tapi itu hak masing-masing untuk meyakini. Ada juga yang pergi ke dukun atau ‘orang pinter’, karena sudah ‘putus asa’ dengan logikanya.
Lepas dari siapa yang akan kita Tuhankan, logika kita memiliki keterbatasan. Ada ‘faktor x’ yang akan membuat kita resah dan gelisah jika kita terlalu mengagungkan akal kita. Obat dari keresahan itu adalah Tuhan. Dengan memasrahkan diri sepenuhnya pada kekuatan yang Maha Kuasa, hati kita akan terasa tenang dan bisa jadi dari situlah kemudahan datang. Manusia memiliki keterbatasan untuk menilai mana yang benar, mana yang salah. Mana yang seharusnya, mana yang tidak seharusnya. Stress timbul karena manusia tidak memasrahkan kepada yang Maha Mengatur. Stress timbul karena manusia mengagungkan logika dan norma. Bukan masalah yang menjadi masalah, tapi respon kita dalam menghadapi masalah, seringkali menimbulkan masalah yang baru. Tidak ada yang sia-sia terjadi di dunia ini. Jika kita meyakini bahwa Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka semuanya untuk kebaikan kita. Hanya saja, seringkali manusia tidak sabar akan prosesnya.
Kuminta mawar yang indah, Engkau berikan tangkai berduri.
Kuminta kupu-kupu yang cantik, engkau berikan ulat berbulu.
Kuminta kekayaan, Kau berikan kebangkrutan
Kuminta kekuatan, Kau berikan banyak ujian
Kuminta keimanan, Kau berikan kebingungan.
Hingga pada suatu saat, tangkai berduri itu menumbuhkan mawar yang cantik, ulat menjelma menjadi kupu-kupu, kebangkrutan melahirkan kekayaan, ujian menghasilkan kekuatan, kebingungan menemukan keimanan. Aku tersadar, bahwa semuanya membutuhkan kesabaran. Semuanya butuh proses dan akan menjadi indah bila waktunya tiba.
Salam Sukses
Read More..
Contohnya naluri seksual, naluri eksistensi diri, naluri menuhankan sesuatu. Naluri seksual timbul karena rangsangan dari luar saat kita melihat lawan jenis kita. Jika tidak kita penuhi, tidak akan menyebabkan kematian, tapi diri kita akan resah gelisah, tak nyenyak tidurnya bahkan timbul rasa emosional. Adanya pernikahan adalah solusi dari kebutuhan naluri seksual. Naluri eksistensi diri contohnya jika kita diejek, dihina, diremehkan. Sebenarnya saat kita tidak membalas atau bereaksipun tidak mengakibatkan kematian, hanya saja kita akan resah, jengkel, dongkol bahkan sampai dendam, hal itu diakibatkan dari naluri eksistensi diri kita.
Kebutuhan akan Tuhan
Naluri yang ketiga timbul seringkali karena semua logika kita tidak dapat mencerna apa yang kita lihat, alami dan rasakan. Contohnya pada saat kita mendapatkan musibah, kematian orang dekat kita, yang kita tidak pernah sangka waktunya. Nah, saat itu kita akan berkata pada diri sendiri,”Ada sesuatu yang menguasaiku”. Sama halnya pada saat panen gagal, para petani akan bertanya,”Siapa sih yang membuat dan mengatur hujan”. Bisa juga saat kita memandang pegunungan atau lautan, “Siapa sih yang menciptakannya?”. Meskipun hasil dari pencarian naluri menuhankan berbeda-beda, intinya mereka mengakui bahwa ada suatu kekuatan yang ‘menguasai’ dirinya. Ada yang menyebutnya dewa, dewi sri, pohon besar, ataupun Allah. Bukan membandingkan, tapi itu hak masing-masing untuk meyakini. Ada juga yang pergi ke dukun atau ‘orang pinter’, karena sudah ‘putus asa’ dengan logikanya.
Lepas dari siapa yang akan kita Tuhankan, logika kita memiliki keterbatasan. Ada ‘faktor x’ yang akan membuat kita resah dan gelisah jika kita terlalu mengagungkan akal kita. Obat dari keresahan itu adalah Tuhan. Dengan memasrahkan diri sepenuhnya pada kekuatan yang Maha Kuasa, hati kita akan terasa tenang dan bisa jadi dari situlah kemudahan datang. Manusia memiliki keterbatasan untuk menilai mana yang benar, mana yang salah. Mana yang seharusnya, mana yang tidak seharusnya. Stress timbul karena manusia tidak memasrahkan kepada yang Maha Mengatur. Stress timbul karena manusia mengagungkan logika dan norma. Bukan masalah yang menjadi masalah, tapi respon kita dalam menghadapi masalah, seringkali menimbulkan masalah yang baru. Tidak ada yang sia-sia terjadi di dunia ini. Jika kita meyakini bahwa Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka semuanya untuk kebaikan kita. Hanya saja, seringkali manusia tidak sabar akan prosesnya.
Kuminta mawar yang indah, Engkau berikan tangkai berduri.
Kuminta kupu-kupu yang cantik, engkau berikan ulat berbulu.
Kuminta kekayaan, Kau berikan kebangkrutan
Kuminta kekuatan, Kau berikan banyak ujian
Kuminta keimanan, Kau berikan kebingungan.
Hingga pada suatu saat, tangkai berduri itu menumbuhkan mawar yang cantik, ulat menjelma menjadi kupu-kupu, kebangkrutan melahirkan kekayaan, ujian menghasilkan kekuatan, kebingungan menemukan keimanan. Aku tersadar, bahwa semuanya membutuhkan kesabaran. Semuanya butuh proses dan akan menjadi indah bila waktunya tiba.
Salam Sukses
Read More..
Senin, 18 Mei 2009
Kreatifitas
Konon, orang yang kreatif itu dianggap spesies langka. Sehingga, selalu diuber-uber. Padahal, tahukah Anda bahwa kreatif itu adalah salah satu sifat Tuhan? Bukankah Dialah Yang Maha Mencipta, Yang Maha Melukis, dan Yang Maha Mengatur? Dengan demikian, disadari atau tidak manusia selaku hamba-Nya meniru sifat-sifat tersebut -tentu saja dengan kapasitasnya sebagai manusia. Persis seperti manusia yang meniru sifat-sifat Tuhan yang lain, semisal Yang Maha Pengasih, Yang Maha Adil, dan Yang Maha Bijaksana.
Perlu digaris-bawahi tebal-tebal, sebagai salah satu inventori otak kanan yang paling berharga, kreativitas bukanlah semata-mata soal menguras ide, tetapi juga soal berburu solusi, membalikkan cara pandang, menggebrak perubahan, atau aktivitas sejenis. Contoh konkretnya, seorang ibu rumah tangga yang menata ulang perabot di rumahnya, seorang guru yang memboyong satu alat peraga yang unik di hadapan murid-muridnya, seorang atlet yang menjajal cara-cara baru untuk mendongkrak prestasinya, dan seorang pejabat yang memperjuangkan pembaharuan di daerahnya. Jadi, kreativitas bukan cuma mainannya penemu, pelukis, komposer, dan agensi periklanan, melainkan hak semua insan.
Omong-omong soal kreativitas, untuk penemuan mencuatlah nama Albert Einstein dan Thomas Edison. Untuk lukisan, nama Affandi dan Michelangelo. Untuk puisi, nama Emha Ainun Nadjib dan Soetardji Calzoum Bachri. Untuk lagu, nama Iwan Fals, dan Titiek Puspa. Untuk film, Mira Lesmana dan P. Ramlee. Untuk lawakan, nama Sys Ns, Tora Sudiro, dan Tukul Arwana. Untuk bisnis, nama Purdi Chandra dan Sukanto Tanoto.
Nah, di manakah letak urgensi kreativitas dalam bisnis praktis? saya melihat sendiri bagaimana pasar beringsut menuju zona ketidakpastian. Juga zona hiperkompetitif. Ironisnya, sebagian pelaku bisnis masih bersenjatakan strategi yang itu-itu saja. Kalau mentok, buntut-buntutnya anggaran promosi yang dihambur-hamburkan, bahkan harga yang dibanting! Ngawur dan ngelantur ‘kan?
Coba ceburi industri biskuit di tanah air. Di dalamnya berkecamuk 185 perusahaan dan 400-an merek. Itu belum termasuk merek-merek gurami dan biskuit-biskuit tanpa merek. Anda bisa sakit kepala ketika harus memilah dan memilih satu diferensiasi yang solid lagi valid. Untuk itulah, Anda meniscayakan kreativitas, yang merupakan salah satu tingkatan dalam kesadaran supra. Soal strategi? Sama saja. Anda tetap perlu kreativitas. Mungkin melalui pemasaran gerilya, repositioning, reengineering, marketing intelligence, dan masih banyak lagi. Bagi saya, terobosan itu tidak selalu berujung pada pemborosan. Dan tanpa terobosan, orang bisa bosan.
Contoh lain. Dicekam oleh persaingan, pelaku bisnis di negara maju malah mengincar nama dan tubuh manusia sebagai ajang promosi. Kreatif ‘kan? Rupa-rupanya, gayung bersambut! Lihat saja, hampir 50 persen responden di Amerika mempertimbangkan untuk menamakan anaknya ‘Coke' atau ‘Kraft' dengan kompensasi setengah juta dolar. Di film Resident Evil: Extinction yang dibintangi oleh Milla Jovovich, seorang gadis malah bernama ‘Kmart'. Terkait logo, beberapa petenis wanita menawarkan diri untuk ditato temporer dan seorang petinju memiliki tato kasino yang permanen. Walaupun bagi pengendara Harley-Davidson dan pemain skateboard, tato logo itu bukanlah barang baru. Itu ‘kan kreativitas cara mereka. Lantas, bagaimana kreativitas cara Anda?
Salam sukses
"http://www.duta4future.com" DBS1148277 pin 88888888
Read More..
Perlu digaris-bawahi tebal-tebal, sebagai salah satu inventori otak kanan yang paling berharga, kreativitas bukanlah semata-mata soal menguras ide, tetapi juga soal berburu solusi, membalikkan cara pandang, menggebrak perubahan, atau aktivitas sejenis. Contoh konkretnya, seorang ibu rumah tangga yang menata ulang perabot di rumahnya, seorang guru yang memboyong satu alat peraga yang unik di hadapan murid-muridnya, seorang atlet yang menjajal cara-cara baru untuk mendongkrak prestasinya, dan seorang pejabat yang memperjuangkan pembaharuan di daerahnya. Jadi, kreativitas bukan cuma mainannya penemu, pelukis, komposer, dan agensi periklanan, melainkan hak semua insan.
Omong-omong soal kreativitas, untuk penemuan mencuatlah nama Albert Einstein dan Thomas Edison. Untuk lukisan, nama Affandi dan Michelangelo. Untuk puisi, nama Emha Ainun Nadjib dan Soetardji Calzoum Bachri. Untuk lagu, nama Iwan Fals, dan Titiek Puspa. Untuk film, Mira Lesmana dan P. Ramlee. Untuk lawakan, nama Sys Ns, Tora Sudiro, dan Tukul Arwana. Untuk bisnis, nama Purdi Chandra dan Sukanto Tanoto.
Nah, di manakah letak urgensi kreativitas dalam bisnis praktis? saya melihat sendiri bagaimana pasar beringsut menuju zona ketidakpastian. Juga zona hiperkompetitif. Ironisnya, sebagian pelaku bisnis masih bersenjatakan strategi yang itu-itu saja. Kalau mentok, buntut-buntutnya anggaran promosi yang dihambur-hamburkan, bahkan harga yang dibanting! Ngawur dan ngelantur ‘kan?
Coba ceburi industri biskuit di tanah air. Di dalamnya berkecamuk 185 perusahaan dan 400-an merek. Itu belum termasuk merek-merek gurami dan biskuit-biskuit tanpa merek. Anda bisa sakit kepala ketika harus memilah dan memilih satu diferensiasi yang solid lagi valid. Untuk itulah, Anda meniscayakan kreativitas, yang merupakan salah satu tingkatan dalam kesadaran supra. Soal strategi? Sama saja. Anda tetap perlu kreativitas. Mungkin melalui pemasaran gerilya, repositioning, reengineering, marketing intelligence, dan masih banyak lagi. Bagi saya, terobosan itu tidak selalu berujung pada pemborosan. Dan tanpa terobosan, orang bisa bosan.
Contoh lain. Dicekam oleh persaingan, pelaku bisnis di negara maju malah mengincar nama dan tubuh manusia sebagai ajang promosi. Kreatif ‘kan? Rupa-rupanya, gayung bersambut! Lihat saja, hampir 50 persen responden di Amerika mempertimbangkan untuk menamakan anaknya ‘Coke' atau ‘Kraft' dengan kompensasi setengah juta dolar. Di film Resident Evil: Extinction yang dibintangi oleh Milla Jovovich, seorang gadis malah bernama ‘Kmart'. Terkait logo, beberapa petenis wanita menawarkan diri untuk ditato temporer dan seorang petinju memiliki tato kasino yang permanen. Walaupun bagi pengendara Harley-Davidson dan pemain skateboard, tato logo itu bukanlah barang baru. Itu ‘kan kreativitas cara mereka. Lantas, bagaimana kreativitas cara Anda?
Salam sukses
"http://www.duta4future.com" DBS1148277 pin 88888888
Read More..
Rahasia Besar Syukur
Syukur, inilah satu jenis perasaan yang jarang bermukim permanen di hati kita. Bahkan, kerap kita lupa dan alpa. Istilah saya, kadarkum. Kadang sadar, kadang kumat. Nah, sidang pembaca sekalian, mulai sekarang, ketahuilah bahwa sebenarnya Anda adalah orang yang sangat beruntung, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu amat layak untuk Anda syukuri. Hm, tidak percaya? Silakan simak alinea berikutnya.
Jika Anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap di atas kepala, dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya daripada 75 persen penduduk dunia! Jika Anda mempunyai tabungan di bank dan uang receh di dompet, maka Anda lebih kaya daripada 92 persen penduduk dunia!
Jika Anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka Anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia! Jika Anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut akan penyerangan, penangkapan, atau kematian, maka Anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang di dunia! Dan jika Anda dapat membaca tulisan saya, maka Anda lebih beruntung daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang tidak dapat membaca sama sekali!
Terus, syukur dan sukses, adakah kaitannya? Ah, jangan ditanya. Erat sekali kaitannya. Anda sudah baca buku kecil berpengaruh besar The Secret? Dipaparkan di sana, syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kesuksesan. Wejangan si pengarang, "Bayangkanlah hal-hal yang Anda dambakan dengan penuh rasa syukur, seakan-akan Anda sudah menerimanya. Dengan demikian, Anda akan menerimanya segera!" Inilah hasil kerja dari hukum tarik-menarik yang universal.
Baca pula buku fenomenal dan kontroversial The Hidden Messages in Water. Di buku yang direkomendasikan oleh pakar pengembangan diri kelas dunia Anthony Robbins dan John Gray ini dituliskan bahwa air seolah-olah dapat mengerti bahasa manusia. Lebih jauh lagi, kristal air akan memperagakan bentuknya yang paling apik dan menarik apabila diperdengarkan kata ‘syukur' dan ‘cinta' -dalam bahasa apapun!
Itu semua, apa artinya sih? Pahamilah, alam semesta berasal dari air. Semua kehidupan juga bermula dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Jadi, setiap kali Anda menyebut kata ‘syukur' atau menyimpan rasa syukur, pada waktu yang sama Anda membekali diri Anda dengan energi-energi positif yang sangat Anda butuhkan untuk menggapai sukses. Tambahan lagi, kata ‘syukur' dan rasa syukur memendam setumpuk manfaat yang lain, di antaranya menyejukkan hati dan memungkinkan Anda menuai hikmah dari berbagai kejadian.
Tidak mengherankan semua agama menganjurkan dan mengajarkan kita untuk menghafalkan dan melafalkan kata ‘alhamdulillah', ‘puji Tuhan' atau yang sejenis sebanyak-banyaknya -bahkan sampai ribuan kali sehari. Ternyata, ini bukan semata-mata soal kalkulasi pahala. Jauh-jauh hari Yang Maha Kuasa telah merancang ini sebagai modal untuk sukses.
Apalagi Ia telah berkomitmen di kitab-Nya, "Sesungguhnya jika engkau bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepada engkau." Dan tentunya kita yakin bahwa Ia akan menepati janjinya. Akhirnya, janganlah kita cuma pandai meminta. Lengkapi pula dengan bersyukur.
Read More..
Jika Anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap di atas kepala, dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya daripada 75 persen penduduk dunia! Jika Anda mempunyai tabungan di bank dan uang receh di dompet, maka Anda lebih kaya daripada 92 persen penduduk dunia!
Jika Anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka Anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia! Jika Anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut akan penyerangan, penangkapan, atau kematian, maka Anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang di dunia! Dan jika Anda dapat membaca tulisan saya, maka Anda lebih beruntung daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang tidak dapat membaca sama sekali!
Terus, syukur dan sukses, adakah kaitannya? Ah, jangan ditanya. Erat sekali kaitannya. Anda sudah baca buku kecil berpengaruh besar The Secret? Dipaparkan di sana, syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kesuksesan. Wejangan si pengarang, "Bayangkanlah hal-hal yang Anda dambakan dengan penuh rasa syukur, seakan-akan Anda sudah menerimanya. Dengan demikian, Anda akan menerimanya segera!" Inilah hasil kerja dari hukum tarik-menarik yang universal.
Baca pula buku fenomenal dan kontroversial The Hidden Messages in Water. Di buku yang direkomendasikan oleh pakar pengembangan diri kelas dunia Anthony Robbins dan John Gray ini dituliskan bahwa air seolah-olah dapat mengerti bahasa manusia. Lebih jauh lagi, kristal air akan memperagakan bentuknya yang paling apik dan menarik apabila diperdengarkan kata ‘syukur' dan ‘cinta' -dalam bahasa apapun!
Itu semua, apa artinya sih? Pahamilah, alam semesta berasal dari air. Semua kehidupan juga bermula dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Jadi, setiap kali Anda menyebut kata ‘syukur' atau menyimpan rasa syukur, pada waktu yang sama Anda membekali diri Anda dengan energi-energi positif yang sangat Anda butuhkan untuk menggapai sukses. Tambahan lagi, kata ‘syukur' dan rasa syukur memendam setumpuk manfaat yang lain, di antaranya menyejukkan hati dan memungkinkan Anda menuai hikmah dari berbagai kejadian.
Tidak mengherankan semua agama menganjurkan dan mengajarkan kita untuk menghafalkan dan melafalkan kata ‘alhamdulillah', ‘puji Tuhan' atau yang sejenis sebanyak-banyaknya -bahkan sampai ribuan kali sehari. Ternyata, ini bukan semata-mata soal kalkulasi pahala. Jauh-jauh hari Yang Maha Kuasa telah merancang ini sebagai modal untuk sukses.
Apalagi Ia telah berkomitmen di kitab-Nya, "Sesungguhnya jika engkau bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepada engkau." Dan tentunya kita yakin bahwa Ia akan menepati janjinya. Akhirnya, janganlah kita cuma pandai meminta. Lengkapi pula dengan bersyukur.
Read More..
Jus untuk Mengatasi Jerawat
Bahan:
100 g mentimun (1 buah sedang)
75 g melon yang sudah dibuang kulitnya (1 potong kecil)
15 g temulawak (1 ruas jari)
30 g pegagan (1 genggam)
1 sdt air jeruk nipis
Cara membuat:
1. Bersihkan semua bahan-bahan dan potong kecil-kecil.
2. Rendam temulawak dengan 100 ml (1 cangkir) air mendidih selama 15 menit, saring dan ambil airnya.
3. Selain jeruk nipis, masukkan semua bahan dan air temulawak ke dalam blender, jalankan blender sampai didapatkan jus cair.
4. Tempatkan dalam gelas dan tambahkan perasan jeruk nipis, aduk, dan siap untuk disajikan.
5. Untuk menambah rasa manis bisa ditambah madu atau gula merah secukupnya.
Salam sukses
Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)