Setelah gagal kemudian bangkit lagi .. dan gagal lagi, adalah hal yang normal. Anda tinggal bangkit saja lagi, beres kan? toh tinggal gagal lagi ntar.. hehehe.
Sebenarnya memang itulah formula orang orang sukes diluaran sana, Bahkan kegagalan mereka jauh melebihi batas kesabaran orang kebanyakan. Bayangkan, melakukan percobaan ribuan kali untuk membuat bola lampu menyala ... apa gak memfrustasikan?
Kalau saya, setelah percobaan kedua menciptakan bola lampu gagal, percobaan ketiganya saya langsung berhasil ... berhasil memutuskan dunia pake' lilin aja deh, capek deeh.
Nah, berhubung gagal itu "capek deeh" dan memfrustasikan, pertanyaan kita adalah bukan "kenapa masih gagal?" tapi "Apakah kita perlu terusin proses ini?". Jawablah pertanyaan ini dengan mempertimbangkan satu faktor , yaitu Tujuan berharga untuk dicapai
Bayangkan bila kita hanya ingin mencapai sasaran yang kita hanya ingin saja, pasti akan sangat melelahkan dalam mencapainya. Apalagi bila tanpa sasaran dan mengikuti orang lain sekitar kita saja, itu seperti lari ditempat. usaha kerasnya mirip, gagal jatuhnya mirip, bangkitnya dari kegagalan juga mirip ... tapi gak kemana mana.
yakinkanlah impian kita benar benar sangat berharga untuk dicapai.
Nah, setelah bisa menjawab "ya" pada pertanyaan "perlu diterusin?", baru kita menuju ke pertanyaan "kenapa masih gagal?". Ada beberapa faktor utama kenapa kita masih gagal saja, diantaranya adalah :
1. KURANG ENERGI
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengetahui kita sudah selangkah lebih maju dari pada sebelumnya. "Yah, akhirnya maju juga, dan selanjutnya tinggal beberapa langkah lagi nih". Hal ini akan memberikan energi dan semangat baru untuk melakukan langkah selanjutnya kedepan ... bukannya "duuh, kok gak nyampe nyampe ya?"
2. TIDAK MENGHARGAI KEMAJUAN
Hal kecil yang sangat penting dan dispelekan banyak orang adalah menghargai setiap kemajuan yang kita buat. "Ah untuk apa, toh kita menghargai kemajuan atau gak sepertinya sama aja."
Tunggu, ada bedanya!
Dr.Maxwell menyatakan bahwa dengan menghargai kemajuan yang ada, hal tersebut memberikan makanan bergizi kepada pikiran bawah sadar bahwa "kita akan semakin layak untuk sukses".
Sebenarnya ceritanya bisa panjang, intinya dibutuhkan pikiran oke untuk setiap keberhasilan yang ada. Seperti apa yang dikatakan para pakar bahwa Success always links back to principles. Tanpa pikiran oke, keberhasilan itu tidak mungkin terjadi.
4. KONSEP "GAGAL" KURANG TEPAT
Kita dididik untuk tidak melakukan kesalahan, soalnya salah itu berarti tidak apal pelajaran saat ujian dan bisa jadi kita bodoh. Sebenarnya prinsip itu tidak apa, tapi kalau sampai di tempa selama lebih dari 17 tahun ... nah, ini dia repotnya nih.
Singkatnya kita mengasosiasikan membuat kesalahan itu adalah kebodohan... apalagi membuat kegagalan, mungkin idiot kali ya.
Jadi, usahakan memiliki paradigma yang lebih menguntungkan diri kita, seperti :
gagal itu adalah prestasi.
kegagalan adalah paket keberhasilan.
kegagalan adalah syarat kesuksesan.
berhenti karena gagal itu gak enak, mending terus aja.
ada udang dibalik kegagalan ( maksudnya ??)
dan seterusnya sehingga kita bisa tetap terus berjalan walau ada kegagalan sekalipun.
4.STRATEGY KURANG OKE
Coba perhatikan strategy anda, apakah kemajuannya masih lambat ? Selalu ditabrak batasan diri? masih bergulat dengan masalah yang sama?
coba cari pendekatan lain ... siapa tahu kita membutuhkan orang lain dalam pengejaran sasaran itu ( pembuatan web ini saja perlu minimal minta bantuan ke 5 orang, kalau saya sendirian ngerjain bisa selesai tahun depan kali, tahun 2010!!). teruslah memperbaiki usaha dengan sungguh sungguh, percayalah bahwa usaha kita memiliki pengaruh langsung dalam merubah masa depan. Karena hanya ada dua hal yang bisa merubah takdir kita di hidup ini, dua hal itu adalah usaha dan do'a.
David schwartz mengatakan "bila belum berhasil, cari salahnya, perbaiki lalu kejar lagi!"
so, keep on trying guys!
5.TIDAK KONSISTEN
Kasus kesalahan terbanyak ketika orang bersemangat adalah ingin cepat mendapatkan hasil. Dia melakukan segala hal yang bisa dilakukan saat itu, membuat janji, bekerja extra lembur, makan tidak teratur, dan pada akhirnya berhenti karena kelelahan.
Don Gabor, dalam bukunya Big Things Happen, menyatakan bahwa diperlukan konsistensi dalam meraih hal yang besar. Baik konsistensi melakukan hal hal kecil dengan benar juga konsisten mempertahankan semangat.
Secara teratur, jagalah semangat kita dengan tetap memiliki pengharapan akan pencapaiannya di masa depan. Dengan terus memiliki harapan, kita bisa tetap memiliki energi yang diperlukan dalam membayar harga kesuksesan kita sendiri.
Salam sukses
Soeparno
08127014780
Rabu, 27 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar